Luis de la Fuente Sebut Lamine Yamal Calon Legenda Sepak Bola
Oviedo (buseronline.com) Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente memberikan pujian tinggi kepada Lamine Yamal setelah sang pemain kembali
Olahraga 46 menit lalu
Manokwari (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kapasitas penyuluh dan petani melalui strategi tanam cerdas guna menghadapi dampak perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi padi nasional sekaligus menekan potensi gagal panen.
Dilansir dari laman Kementan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena menyebabkan ketidakpastian musim tanam, kekeringan, hingga banjir.
“Kita harus melakukan mitigasi risiko agar dampaknya tidak mengganggu ketahanan pangan,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perubahan iklim ekstrem meningkatkan risiko gagal panen akibat fluktuasi suhu, perubahan pola curah hujan, serta kejadian cuaca yang semakin sulit diprediksi.
“Fenomena ini menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian Indonesia. Karena itu, sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap iklim,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 4 bertema Antisipasi Banjir dan Perubahan Iklim: Strategi Tanam Cerdas untuk Meningkatkan Produksi Padi, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan literasi iklim sekaligus penguatan kompetensi penyuluh, petani, dan generasi muda pertanian dalam merespons cuaca ekstrem.
Forum yang dikemas dalam bentuk webinar tersebut diikuti dosen, mahasiswa, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai daerah. Para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan strategi tanam berbasis data iklim guna meminimalkan dampak hujan ekstrem dan banjir terhadap produksi pangan.
Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pelaku lapangan dihadirkan untuk memperkaya perspektif adaptasi. Di antaranya Prof Dr Antonius Suparno MP, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Papua; Fadri Prasetya STr Met, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Penyelia; serta Feri Irawan, Sekretaris Brigade Pangan Sejahtera 1.
Prof Antonius menekankan pentingnya pemahaman klimatologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penentuan waktu tanam.
“Dengan memahami prediksi cuaca, petani dapat melakukan antisipasi dini. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan fenomena nyata yang sudah dan sedang terjadi,” katanya.
Sementara itu, Fadri Prasetya menjelaskan bahwa mitigasi perubahan iklim harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir, normalisasi sungai, penerapan sistem peringatan dini, hingga adaptasi berbasis alam.
“Perubahan iklim adalah threat multiplier. Karena itu, kesiapsiagaan dan perubahan perilaku terhadap alam menjadi investasi mutlak bagi keselamatan dan keberlanjutan pertanian,” paparnya.
Berbagi pengalaman lapangan, Feri Irawan mengajak petani mempercepat pengolahan lahan dan menyesuaikan waktu tanam agar produktivitas tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem. Ia menyebut dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah serta keterlibatan swasta mampu mempercepat proses pengolahan lahan dibanding metode konvensional.
“Dengan alsintan, petani tidak kehilangan momentum masa tanam yang krusial,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Kepala Pusat Pendidikan Muhammad Amin menegaskan bahwa swasembada pangan harus dibangun secara berkelanjutan dengan strategi adaptif terhadap iklim.
“Banjir dan iklim ekstrem tidak boleh menghentikan produksi. Jika satu lokasi terkendala, potensi lahan lain harus dioptimalkan agar produktivitas tetap terjaga,” tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani serta penerapan strategi tanam cerdas, Kementan berharap sektor pertanian tetap tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. (R)
Oviedo (buseronline.com) Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente memberikan pujian tinggi kepada Lamine Yamal setelah sang pemain kembali
Olahraga 46 menit lalu
Rijeka (buseronline.com) Timnas Inggris tampil luar biasa dengan menghancurkan Kroasia 70 pada matchday ketiga Grup 3 UEFA Nations League
Olahraga 2 jam lalu
Medan (buseronline.com) PSMS Medan tampil gemilang dengan mengalahkan Persikad Depok 40 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Utama
Olahraga 3 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, secara resmi membuka Tapanuli Utara Fun Run 2026 Sup
Regional 14 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus mendorong pengembangan potensi generasi muda sekaligus
Regional 14 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mencatatkan capaian dalam transformasi digital kesehatan.adsenseDi
Kesehatan 14 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Menteri Keuangan (Menkeu) RI Suahasil Nazara mengunjungi Perpustakaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yang te
Ekonomi 15 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 bakal diikuti 7.990 atlet dan 1.911 ofisial. Mereka aka
Olahraga 16 jam lalu
Kebumen (buseronline.com) Sebanyak 61 satuan pendidikan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, telah mendapatkan program revitalisasi dari Kem
Pendidikan 17 jam lalu
Tangerang (buseronline.com) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan pembekalan kepada peserta Program Internsip Dokter Indonesia (P
Kesehatan 18 jam lalu