Senin, 06 April 2026

Swasembada Pangan Lewat Gotong Royong, Mentan Dorong Kesejahteraan Masyarakat Adat

Dirgahayu Ginting - Selasa, 27 Januari 2026 06:20 WIB
Swasembada Pangan Lewat Gotong Royong, Mentan Dorong Kesejahteraan Masyarakat Adat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat adat saat kunjungan kerja di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (24/11/2024). (Dok/Kementan)
Merauke (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk bergotong royong mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan memimpin Apel Pasukan Batalyon Swasembada Pangan Wanam.

Dilansir dari laman Kementan, Mentan Amran menegaskan, program swasembada pangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat adat agar dapat merasakan manfaat ekonomi dari sektor pertanian.

“Bapak ibu, kita gandengan tangan untuk bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wanam, masyarakat Merauke. Kita ini bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bergotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan kita,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran meninjau langsung lokasi cetak sawah di Wanam serta kesiapan Pasukan Batalyon Pangan Wanam. Kementerian Pertanian (Kementan), kata dia, siap memberikan bantuan dan pendampingan penuh, mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan sarana produksi pertanian.

“Traktor ini kami hibahkan dalam bentuk Brigade Pangan. Kami hibahkan traktor, nanti kita berikan benih gratis, pupuk, kita bangun sama-sama lahan ini,” katanya.

Ia memproyeksikan Wanam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dengan melibatkan masyarakat setempat. Menurutnya, pola pengembangan serupa sebelumnya telah berhasil diterapkan di wilayah Kurik, Merauke, dengan peningkatan produktivitas yang signifikan.

“Kami sudah rintis di Kurik, dulu produksinya 2 ton, sekarang menjadi 7 ton. Dulu tanam satu kali, sekarang tiga kali tanam. Operator combine harvester bahkan bisa mendapat penghasilan Rp6 juta per bulan. Kita harapkan hal yang sama terjadi di Wanam agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Selain padi, Kementan juga mendorong pengembangan komoditas hortikultura dan tanaman lain yang sesuai dengan kondisi lokal. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyalurkan alat dan mesin pertanian, seperti traktor roda empat dan roda dua, guna mempercepat proses pengolahan lahan yang sebelumnya masih mengandalkan tenaga manual.

“Kami kirim traktor roda empat, roda dua, dan membantu benih serta brigade. Karena kalau tidak diikuti teknologi, sulit untuk bertahan. Tidak mungkin hanya mengandalkan mencangkul,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari agenda kerja, Mentan Amran juga meninjau demplot pertanaman padi seluas 20 hektare di Wanam. Ia optimistis produktivitas padi di wilayah tersebut akan meningkat dengan dukungan teknologi pertanian yang tepat.

“Saya melihat tanaman padinya mampu tumbuh baik. Ini pertanda baik untuk swasembada pangan yang kita cita-citakan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada awal November 2024, Presiden Prabowo Subianto juga meninjau persiapan demplot padi di kawasan tersebut sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan di wilayah timur Indonesia.

Presiden menyaksikan langsung penerapan teknik budidaya modern, termasuk pengolahan lahan dan penaburan dolomit untuk menetralkan keasaman tanah serta meningkatkan kesuburan lahan.

Demplot tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi petani lokal dalam menerapkan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan hasil dan kualitas panen.

Melalui program swasembada pangan ini, pemerintah menargetkan Merauke menjadi salah satu sentra produksi pertanian nasional sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pangan di kawasan timur Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru