Senin, 06 April 2026

Investasi Jawa Tengah Catat Kenaikan Signifikan, Tembus Rp88,50 T

Dirgahayu Ginting - Kamis, 22 Januari 2026 06:18 WIB
Investasi Jawa Tengah Catat Kenaikan Signifikan, Tembus Rp88,50 T
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan paparan capaian dan perkembangan investasi di Jawa Tengah dalam sebuah forum resmi di Semarang, Selasa (20/1/2026). (Dok/Humas Jateng)

Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kinerja investasi tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan rilis resmi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang periode Januari–Desember 2025 mencapai Rp88,50 T.


Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 T dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp37,64 T. Dari sisi aktivitas usaha, total investasi tersebut terealisasi dalam 105.078 proyek, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.


Tingginya realisasi investasi tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang aman, mudah, dan kompetitif. Hal itu sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan.


“Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.


Menurut gubernur, meningkatnya kepercayaan investor baik dari dalam maupun luar negeri menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemprov Jateng, kata dia, akan terus hadir sebagai mitra strategis investor.


“Pemerintah provinsi berkomitmen menjaga keamanan, kepastian hukum, dan kenyamanan berusaha agar investasi terus tumbuh,” tegasnya.


Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, dilansir dari laman Humas Jateng, investasi Jawa Tengah pada 2025 mengalami lonjakan signifikan. Pada 2024, investasi tercatat sebesar Rp68,67 T, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi Rp88,50 T, atau bertambah Rp19,83 T setara 28,88 persen.


Lonjakan tersebut tidak terlepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta terjaganya stabilitas daerah.


“Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan setiap proyek berjalan tepat waktu,” kata Ahmad Luthfi.


Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan terdapat lima daerah yang menjadi kontributor terbesar realisasi PMA dan PMDN pada 2025.


Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Kendal sebesar Rp15,86 T, Kota Semarang Rp11,15 T, Kabupaten Demak Rp9,06 T, Kabupaten Batang Rp6,73 T, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 T.


“Pemerataan investasi di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat. Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Sakina, Selasa.


Dari sisi sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jawa Tengah pada 2025 didominasi industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp11,37 T, industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 T, industri karet dan plastik Rp8,96 T, industri tekstil Rp7,97 T, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 T.


Menurut Sakina, dominasi sektor manufaktur semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.


“Hal ini sejalan dengan strategi kami dalam mendorong hilirisasi dan industri padat karya, sehingga pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.


Adapun dari sisi negara asal PMA, lima besar investor di Jawa Tengah pada 2025 berasal dari Hong Kong senilai Rp12,92 T, Singapura Rp11,43 T, Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 T, Korea Selatan Rp4,96 T, dan Samoa Barat Rp2,96 T.


Selain itu, realisasi investasi sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp22,143 T, terdiri atas Usaha Kecil Rp7,929 T dan Usaha Mikro Rp14,214 T. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan realisasi UMK tahun 2024 yang sebesar Rp21,52 T.


Dengan capaian investasi yang terus meningkat, Pemprov Jawa Tengah optimistis dapat menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.


“Kami memastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” pungkas Sakina.


Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Jawa Tengah untuk memperkuat posisi ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru