Senin, 06 April 2026

Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Awal Tahun 2026

Dirgahayu Ginting - Senin, 19 Januari 2026 06:04 WIB
Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Awal Tahun 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Jakarta, Selasa (14/01/2026). (Dok/Kem

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal tahun 2026.


Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri Acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Selasa.


Dalam sesi tanya jawab, dilansir dari laman Kemenkeu, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis sejak akhir 2025 untuk membalikkan tren perlambatan ekonomi. Menurutnya, perlambatan yang terjadi pada periode Agustus–September 2025 berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik apabila tidak segera direspons dengan kebijakan yang tepat.


“Kalau kita lihat Agustus–September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau tidak dibalik, stabilitas sosial dan politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ungkap Menkeu.


Menkeu menekankan bahwa percepatan belanja negara serta perbaikan iklim investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di awal 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi serta mendorong penguatan sektor riil.


“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan sektor riil. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Jika pelaku usaha membutuhkan subsidi atau insentif, akan kita pertimbangkan sesuai dengan kondisi. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector juga jalan,” jelasnya.


Meski demikian, Menkeu mengakui bahwa efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat kurang sinkronnya respons kebijakan moneter. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat dan mencapai kesepahaman untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar, sehingga kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan searah.


“Kami berdiskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah bagaimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal dan moneter lebih sinkron,” kata Menkeu.


Melalui forum tersebut, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat koordinasi kebijakan lintas sektor, serta memastikan langkah-langkah perbaikan struktural mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas dan dunia usaha. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru