Senin, 06 April 2026

90 UMKM Indonesia Meriahkan Pameran Produk Unggulan Desa di Boyolali untuk Bangkitkan Ekonomi

Dirgahayu Ginting - Jumat, 16 Januari 2026 03:14 WIB
90 UMKM Indonesia Meriahkan Pameran Produk Unggulan Desa di Boyolali untuk Bangkitkan Ekonomi
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bersama pejabat daerah mencicipi produk UMKM saat meninjau stan Pameran Produk Unggulan Desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026). (Dok/

Boyolali (buseronline.com) - Produk unggulan desa dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu.


Pameran tersebut menghadirkan beragam produk unggulan yang dikelola oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai desa, mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi khas Boyolali, hingga kopi luwak jenis Liberica yang dikenal sebagai produk langka di Indonesia.


Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali, Mindaryati, mengatakan puncak peringatan Hari Desa Nasional ini menjadi momentum strategis untuk mendorong desa-desa agar semakin berkembang, inovatif, dan mandiri, sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM desa.


“Kami berharap, melalui puncak peringatan Hari Desa ini, desa-desa semakin termotivasi untuk berkembang secara optimal dan lebih inovatif lagi,” ujarnya.


Menurut Mindaryati, dilansir dari laman Humas Jateng, pameran ini menjadi ruang promosi efektif bagi produk UMKM desa, khususnya produk lokal Boyolali yang memanfaatkan potensi bahan baku melimpah namun belum dimaksimalkan secara optimal. Salah satunya adalah olahan abon pepaya yang kini mulai diminati masyarakat.


Selain itu, Boyolali juga menampilkan beragam produk olahan sapi yang menjadi ciri khas daerah tersebut, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru sapi.


Tidak hanya diikuti pelaku UMKM dari Jawa Tengah, pameran produk unggulan desa ini juga diikuti oleh pelaku UMKM dari luar daerah. Salah satunya berasal dari Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Kepala Desa Prangat Baru, Fitriyati, mengatakan pihaknya membawa produk kopi luwak jenis Liberica yang merupakan komoditas unggulan desanya.


“Kopi kami ini termasuk kopi langka di Indonesia. Hanya ada di tiga titik, yakni di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.


Ia menyebutkan, kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan telah diminati hingga mancanegara. Bahkan, desanya pernah dikunjungi pembeli dari berbagai negara, seperti Jepang, Cina, Italia, Spanyol, hingga Malaysia.


“Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak sampai dari luar negeri, karena memang kopi ini langka dan memiliki rasa yang unik,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menilai pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Boyolali dan wilayah sekitarnya.


“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit perekonomian Kabupaten Boyolali dan daerah sekitarnya,” ujar Taj Yasin.


Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dari berbagai daerah menjadi peluang besar untuk memperluas jaringan pemasaran dan promosi produk unggulan desa ke tingkat nasional.


Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani, menyampaikan bahwa pameran produk unggulan desa di Boyolali diikuti oleh lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi di Indonesia.


“Hari ini lebih dari 90 pelaku usaha hadir, baik dari berbagai provinsi, perwakilan Bumdes, serta UMKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” jelasnya.


Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pameran tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi desa.


“Melalui pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi menjadi pemain pinggiran, tetapi desa menjadi pemain utama dalam perekonomian Indonesia,” tegas Yandri.


Pameran Produk Unggulan Desa ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM desa, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru