Senin, 06 April 2026

Presiden Tegaskan Peran Pertamina sebagai Soko Guru Kedaulatan Energi saat Resmikan RDMP Balikpapan

Dirgahayu Ginting - Rabu, 14 Januari 2026 06:16 WIB
Presiden Tegaskan Peran Pertamina sebagai Soko Guru Kedaulatan Energi saat Resmikan RDMP Balikpapan
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memberikan sambutan dan arahan dalam acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan yang diselenggarakan di Kantor Besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V, Balikpapa

Balikpapan (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin, di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan. Proyek Strategis Nasional ini menjadi tonggak penting penguatan ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi terintegrasi merupakan langkah maju Indonesia menuju kemandirian energi yang berkelanjutan bagi rakyat, industri, dan perekonomian nasional.


“Saya berbahagia, bangga, hari ini satu langkah lagi di bidang energi. Kita menuju kemampuan Indonesia untuk bisa mandiri,” ujar Presiden.


Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang sangat besar, sehingga bangsa ini harus mampu memproduksi energi sendiri dan mengurangi ketergantungan impor.


Presiden juga mengapresiasi Pertamina sebagai national champion Indonesia dan satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune 500.


Dilansir dari laman Pertamina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan sejalan dengan Asta Cita Pemerintah butir kedua, yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.


Proyek yang menelan investasi sekitar Rp123 T ini menjadi RDMP terbesar di Indonesia, meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan dari 260 ribu menjadi 360 ribu barrel per hari.


“Hari ini kita meresmikan RDMP Kilang Balikpapan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden. Dengan beroperasinya RDMP, kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG serta menghasilkan produk berkualitas Euro V yang lebih ramah lingkungan,” jelas Menteri Bahlil.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan wujud nyata peran Pertamina sebagai soko guru energi nasional.


Infrastruktur ini mencakup proyek hulu hingga hilir, termasuk Single Point Mooring (SPM), Crude Distillation Unit (CDU), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dua tangki penyimpanan Lawe-lawe masing-masing 1 juta barel, Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 km, dan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter.


“Hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan menghasilkan produk berkualitas Euro V, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi emisi. Kesuksesan ini tidak lepas dari dedikasi ribuan perwira Pertamina yang bekerja di tengah kompleksitas dan risiko tinggi,” jelas Simon.


Simon menambahkan, Pertamina terus mendorong target Net Zero Emission 2060 dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.


Peresmian RDMP Balikpapan menegaskan posisi Pertamina sebagai pilar kedaulatan energi Indonesia sekaligus menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun energi nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru