Senin, 06 April 2026

Tahun 2026, Produksi Padi Jawa Tengah Diprediksi Naik 5,5 Persen

Dirgahayu Ginting - Jumat, 09 Januari 2026 09:06 WIB
Tahun 2026, Produksi Padi Jawa Tengah Diprediksi Naik 5,5 Persen
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin (tengah) mengikuti kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, didampingi unsur TNI dan Polri, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (7/1/2026). (Do

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis produksi padi di wilayahnya akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026. Produksi padi Jawa Tengah diperkirakan naik sebesar 5,5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring penguatan sektor pertanian dan dukungan kebijakan pemerintah.


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa produksi padi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG).


“Produksi tersebut kami perkirakan bisa meningkat sekitar 5,5 persen pada tahun 2026,” ujar Defransisco, seusai mengikuti acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu.


Ia menegaskan, dilansir dari laman Humas Jateng, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional dengan kontribusi yang cukup besar terhadap ketersediaan pangan nasional. Selama ini, kontribusi Jawa Tengah mencapai sekitar 15 hingga 16 persen dari total kebutuhan pangan nasional.


“Apa yang disampaikan Bapak Presiden tadi, capaiannya jelas. Kontribusi kita bisa sampai 15 persen, bahkan berpotensi lebih,” jelasnya.


Terkait target produksi ke depan, Defransisco menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target produksi padi tahun 2026 sebesar 12 juta ton GKP. Jika target tersebut tercapai, Jawa Tengah berpeluang menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.


“GKP kita pasang di tahun depan sebanyak 12 juta ton. Otomatis jika ini tercapai, bisa lebih tinggi dari Jawa Barat maupun Jawa Timur,” tuturnya.


Selain padi, Defransisco juga mengungkapkan bahwa kondisi pangan di Jawa Tengah secara umum berada dalam kondisi surplus. Dari sembilan komoditas pangan yang menjadi indikator utama, delapan di antaranya mengalami surplus, kecuali komoditas kedelai.


Adapun sembilan komoditas pangan indikator utama tersebut meliputi padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao, dan kedelai. Meski kedelai belum mencapai surplus, Defransisco menegaskan bahwa produksi kedelai Jawa Tengah tetap menjadi yang tertinggi secara nasional.


“Kedelai memang tidak surplus karena komoditas ini tidak mudah dikembangkan. Membutuhkan kondisi khusus, tidak boleh terlalu banyak air, tetapi juga tidak boleh kekurangan air,” jelasnya.


Ia menambahkan, pengembangan kedelai membutuhkan pendampingan intensif, khususnya bagi petani yang belum berpengalaman dalam budidaya komoditas tersebut.


“Untuk petani yang belum berpengalaman, pendampingan tetap harus dilakukan agar hasilnya optimal,” imbuhnya.


Sementara itu, sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk memastikan target produksi pertanian, khususnya padi, dapat tercapai.


Upaya tersebut antara lain melalui pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan kelembagaan petani.


“Kami ingin petani semakin sejahtera dan masyarakat dapat menikmati hasil pertanian dengan harga yang baik. Ketahanan pangan tidak bisa dijaga tanpa kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan para petani,” ujar Taj Yasin beberapa waktu lalu. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru