Bandung (buseronline.com) - Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Bandung yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif dan berkelanjutan. Apresiasi tersebut disampaikan saat Menekraf melakukan kunjungan kerja ke kawasan Braga dan Pasar Cihapit, Kota Bandung, Jumat.
Dalam kunjungannya ke kawasan Braga, Menekraf menyambangi dua ruang kreatif, yakni Braga Grey Art dan Tahilalats Store. Di Braga Grey Art, Menekraf berdialog langsung dengan para pegiat ekonomi kreatif lintas subsektor yang menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penguatan ekosistem ekraf hingga dukungan terhadap pengembangan karya dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.
“Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi kesempatan penting bagi pegiat ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya dan IP lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Ruang-ruang kreatif di daerah menjadi etalase penting bagi karya dan bisnis kreatif, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif yang terus berkembang,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Dalam kegiatan tersebut, Menekraf turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan.
Sementara itu, saat mengunjungi Tahilalats Store, Menekraf menyoroti keberhasilan pemanfaatan IP lokal yang berkembang dari ranah digital ke ruang fisik. Menurutnya, kehadiran ritel kreatif berbasis IP lokal mampu memperluas jangkauan interaksi dengan konsumen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi karya kreatif.
“Melalui ruang kreatif dan pasar ekraf di daerah, kita mendorong karya maupun IP lokal semakin dikenal, diapresiasi, dan bernilai ekonomi. Penguatan dari daerah ini menjadi pondasi bagi tumbuhnya ekonomi kreatif nasional,” jelasnya.
Menekraf kemudian melanjutkan kunjungan ke Pasar Cihapit, salah satu pasar tradisional yang kini berkembang menjadi ruang interaksi berbagai subsektor ekonomi kreatif. Di lokasi tersebut, ia meninjau sejumlah pelaku subsektor kuliner, seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis, yang memanfaatkan momen libur awal tahun untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada pengunjung.
Selain subsektor kuliner, dilansir dari laman Humas Jabar, Menekraf juga meninjau pelaku subsektor fashion dan ritel yang beroperasi di kawasan Pasar Cihapit. Ia menilai keberadaan berbagai subsektor dalam satu ruang pasar mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
“Melalui pasar ekonomi kreatif, produk dan bisnis lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth bagi perekonomian nasional,” pungkas Menekraf.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis daerah sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar