Selasa, 26 Mei 2026

Jawa Barat Catat Peningkatan Arus Kunjungan Wisatawan

Kamis, 08 Januari 2026 09:12 WIB
Jawa Barat Catat Peningkatan Arus Kunjungan Wisatawan
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus menyampaikan rilis perkembangan pariwisata Jawa Barat kepada wartawan di Bandung. (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Sektor pariwisata di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren positif hingga November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, yang turut berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di berbagai daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Kertajati pada November 2025 tercatat sebanyak 181 kunjungan. Angka tersebut mengalami kenaikan 19,87 persen dibandingkan Oktober 2025 yang sebanyak 151 kunjungan.

Namun demikian, secara tahunan atau year on year, jumlah wisman melalui Bandara Kertajati masih mengalami penurunan signifikan, yakni 75,37 persen dibandingkan November 2024.

“Warga negara asing asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati, seiring dengan rute penerbangan yang tersedia yaitu Singapura–Kertajati,” ujar Darwis.

Selain melalui jalur udara, kedatangan warga negara asing (WNA) ke Jawa Barat melalui Kereta Cepat Whoosh juga menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang November 2025, jumlah WNA yang menggunakan moda transportasi tersebut tercatat sebanyak 16.635 kunjungan, naik 1,24 persen dibandingkan Oktober 2025, serta meningkat 19,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Secara kumulatif, total WNA yang masuk ke Jawa Barat menggunakan Kereta Cepat Whoosh sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 177.283 kunjungan. Jumlah ini meningkat 41,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” jelas Darwis.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus di Jawa Barat tercatat mencapai 17,66 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 3,64 persen dibandingkan Oktober 2025 dan melonjak 29,32 persen dibandingkan November 2024.

“Sepanjang Januari hingga November 2025, total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,24 juta perjalanan, atau meningkat 28,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, dilansir dari laman Humas Jabar, daerah tujuan utama perjalanan wisnus di Jawa Barat masih didominasi wilayah penyangga dan destinasi unggulan. Kabupaten Bogor menjadi tujuan tertinggi dengan kontribusi 14,98 persen, disusul Kota Bandung 11,37 persen, Kota Bekasi 6,80 persen, Kabupaten Bandung 6,74 persen, Kabupaten Bekasi 6,28 persen, serta Kota Depok 5,72 persen.

Meningkatnya mobilitas wisatawan turut berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat. Pada November 2025, TPK hotel berbintang tercatat sebesar 53,54 persen, atau naik 3,31 poin dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 0,56 poin dibandingkan November 2024.

Wilayah dengan TPK hotel berbintang tertinggi adalah Kota Bandung sebesar 63,84 persen, diikuti Kota Sukabumi sebesar 63,79 persen, Kota Depok sebesar 63,45 persen, Kota Bogor sebesar 61,65 persen, serta Kabupaten Karawang sebesar 60,78 persen.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada November 2025 tercatat mencapai 23,48 persen, naik 1,22 poin dibandingkan Oktober 2025 dan meningkat 0,78 poin secara year on year. Kota Bandung menjadi daerah dengan TPK hotel nonbintang tertinggi sebesar 40,36 persen, disusul Kota Cimahi 35,63 persen dan Kabupaten Majalengka 34,02 persen. Adapun TPK terendah tercatat di Kabupaten Pangandaran sebesar 10,31 persen.

Dari sisi lama menginap, Darwis menyebutkan bahwa rata-rata lama menginap tamu asing di Jawa Barat pada November 2025 mencapai 2,56 malam, dengan Kabupaten Purwakarta mencatat angka tertinggi yakni 6,87 malam. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu domestik tercatat 1,32 malam, dengan Kota Depok sebagai daerah tertinggi yakni 1,66 malam.

“Data ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Jawa Barat terus bergerak positif, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan,” pungkas Darwis. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru