Selasa, 07 April 2026

11 Kerja Sama Diteken, Kolaborasi Pemprov Jateng–Lampung Catat Transaksi Rp832,3 M per Tahun

Dirgahayu Ginting - Kamis, 08 Januari 2026 09:06 WIB
11 Kerja Sama Diteken, Kolaborasi Pemprov Jateng–Lampung Catat Transaksi Rp832,3 M per Tahun
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyaksikan penandatanganan 11 kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Lampung di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026) malam. (Dok/Humas Jateng)
Lampung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas jejaring kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Sebanyak 11 nota kesepahaman kerja sama lintas sektor resmi ditandatangani dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp832,3 M per tahun, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kedua provinsi.

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung, Selasa malam.

Sebelas kerja sama itu mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, industri dan perdagangan, energi, pertanian, pariwisata, hingga penguatan kemitraan dunia usaha. Di antaranya adalah penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kembar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta fasilitasi pengembangan sektor industri dan perdagangan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dua kerja sama tersebut disepakati untuk jangka waktu lima tahun.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda). Di sektor perdagangan, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) menjalin kerja sama perdagangan multi komoditas dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).

Kerja sama penyediaan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan juga disepakati antara PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) dengan PT Wahana Raharja serta Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau.

Tak hanya antarpemerintah dan BUMD, kolaborasi juga melibatkan asosiasi dan pelaku usaha. Di antaranya kerja sama Hipmi Jateng dan Hipmi Lampung terkait peningkatan kapasitas institusi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, maritim, kelautan, dan perikanan.

Kemudian Astindo Jateng dan Astindo Lampung menjalin kemitraan pengembangan pariwisata, sementara Kadin Jateng dan Kadin Lampung bekerja sama dalam perdagangan dan penyediaan komoditas strategis seperti garam, gula, kelapa, jahe gajah, beras, buah, kapulaga, singkong, tepung tapioka, produk kerajinan, udang, hingga sapi.

Kerja sama kemitraan swasta juga terjalin antara PT Goldensnack Mas Sejahtera dan PT Asindo Tech terkait suplai bahan baku tepung tapioka. Selanjutnya, kemitraan antara PT Fajar Mulia Transindo dan PT Wahana Raharja (Perseroda) mencakup rantai pasok industri dan perdagangan, seperti gula kristal, kopi, bawang putih, dan komoditas lainnya.

Dilansir dari laman Humas Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di kedua provinsi. Ia menegaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pertemuan antargubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025 lalu.

“Kerja sama ini untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi. Bukan berarti Jawa Tengah lebih maju dari Lampung, tetapi bagaimana kita bisa maju dan berkembang bersama,” ujar Luthfi.

Menurutnya, sinergi antardaerah merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas melalui konsep collaborative government atau pemerintahan kolaboratif.

“Semoga seluruh kerja sama ini dapat terealisasi dengan baik dan selaras dengan program Presiden dalam rangka pemerataan pembangunan nasional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, di antaranya Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, serta Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi unggulan daerah masing-masing.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai, kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah hingga asosiasi pengusaha akan memperkuat hubungan kedua provinsi.

“Kami berharap ke depan terbangun kolaborasi yang kuat dan saling menunjang antara Lampung dan Jawa Tengah. Karakteristik komoditas dan kebutuhan industri kedua daerah ini sangat berpotensi untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Mirzani juga mengungkapkan, Jawa Tengah selama ini menjadi rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi dan investasi.

“Dalam berbagai pertemuan dengan pemerintah pusat, Jawa Tengah selalu menjadi contoh, terutama terkait masuknya investasi, keamanan, serta dukungan kawasan industri,” katanya.

Selain 11 kerja sama baru tersebut, pada tahun 2025 Jawa Tengah dan Lampung telah lebih dulu menjalin kolaborasi di berbagai sektor. Di antaranya melalui Dinas Koperasi dan UKM dalam program Mitra Agen dan penjualan ritel, Dinas Sosial terkait layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), serta Dinas Ketahanan Pangan melalui perdagangan komoditas cabai rawit, bawang merah, dan lainnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru