Selasa, 07 April 2026

Jawa Tengah Penuhi Target Nasional, Produktivitas Pangan 2025 Terjaga

Dirgahayu Ginting - Minggu, 04 Januari 2026 09:06 WIB
Jawa Tengah Penuhi Target Nasional, Produktivitas Pangan 2025 Terjaga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran dan petani meninjau sekaligus mengikuti kegiatan panen padi menggunakan mesin pertanian modern sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas pangan Jawa Tengah, di salah satu sentra pertanian, Rabu (
Semarang (buseronline.com) - Produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi pijakan awal bagi Jawa Tengah untuk meneguhkan posisinya sebagai salah satu penumpu utama pangan nasional.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, hingga November 2025 produktivitas padi di Jawa Tengah mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi tersebut dihasilkan dari luas tanam padi sekitar 2.025.782 hektare dengan luas panen mencapai 1.673.012 hektare.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu dari tiga besar kontributor produksi padi nasional. Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan kinerja signifikan. Sepanjang 2025, produktivitas jagung di Jawa Tengah tercatat mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadikan provinsi ini sebagai kontributor terbesar kedua nasional.

Sementara itu, produktivitas kedelai Jawa Tengah pada 2025 mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare, sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor terbesar nasional untuk komoditas tersebut.

Dilansir dari laman Humas Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah pusat menargetkan produksi padi di Jawa Tengah sebesar 11 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Target tersebut telah terpenuhi melalui capaian produksi sepanjang 2025.

“Data ini menjadi pijakan yang baik untuk menghadapi tantangan 2026 sekaligus menyongsong swasembada pangan nasional,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu.

Menurutnya, sesuai dengan peta jalan pembangunan Jawa Tengah, pada 2026 provinsi ini ditargetkan mampu mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat perannya sebagai penopang pangan nasional.

“Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2025 telah menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, termasuk irigasi dan sarana produksi.

Selain itu, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan hijau dan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.

“Kita harus memperkuat kolaborasi dengan kabupaten dan kota untuk menjaga luas lahan pertanian di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dari sisi ketersediaan pangan, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah–DIY memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman hingga pertengahan 2026. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng–DIY, Sri Muniati, menyebutkan stok beras di Jawa Tengah saat ini mencapai 339.094 ton dan mencukupi kebutuhan hingga Juni 2026.

Selain itu, realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 397.905 ton atau mencapai 100,3 persen dari target yang telah ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik, karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil,” ujar Sri Muniati seusai bertemu Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Sri Muniati menegaskan bahwa penyerapan hasil panen tidak dapat dilakukan Bulog sendiri, melainkan memerlukan dukungan lintas sektor.

“Kami berharap koordinasi antara Bulog, dinas-dinas di Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan aparat seperti TNI dan Polri, bisa terus diperkuat agar produksi dan panen di Jawa Tengah dapat diserap secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah optimistis dapat melangkah lebih mantap menuju swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional pada tahun-tahun mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru