Semarang (buseronline.com) - Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Memasuki tahun 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen siap menggenjot berbagai program prioritas yang telah disusun secara terarah dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun yang digelar di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Rabu. Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinannya, Pemprov Jateng telah menyiapkan peta jalan (road map) dan cetak biru (blue print) pembangunan Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan.
“Kita sudah membuat suatu roadmap atau blueprint tentang pembangunan di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurutnya, peta jalan pembangunan tersebut telah dirumuskan secara komprehensif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Seluruh arah kebijakan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
“Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Infrastruktur ini kita gunakan sebagai fondasi agar pada 2026 bisa take off ke program-program yang lebih berkepentingan dan berpihak langsung kepada rakyat,” tuturnya, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin.
Dilansir dari laman Humas Jateng, Gubernur menjelaskan, penyiapan infrastruktur pada 2025 mencakup berbagai aspek, mulai dari infrastruktur sumber daya manusia, infrastruktur sarana dan prasarana seperti jalan dan fasilitas publik, hingga infrastruktur pertanian serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Jika infrastruktur tersebut sudah kita siapkan pada 2025, maka pada 2026 Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar yang kuat untuk mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan nasional sekaligus daerah penopang industri nasional. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas daerah menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga memaparkan sejumlah capaian kinerja Pemprov Jateng sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga triwulan III tahun 2025 tercatat mencapai 5,37 persen secara year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen YoY.
Selain itu, realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,13 T, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 326.462 orang, tertinggi kedua di Pulau Jawa. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 berada di angka 4,66 persen, turun 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka kemiskinan di Jawa Tengah juga menunjukkan penurunan. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 9,48 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang berada di angka 9,58 persen.
“Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan PAD semata. Investasi menjadi prioritas utama. Dengan infrastruktur yang sudah disiapkan, maka kecepatan pembangunan di wilayah Jawa Tengah akan semakin meningkat,” beber Ahmad Luthfi.
Acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun tersebut menjadi momentum sederhana untuk mensyukuri capaian sepanjang 2025 sekaligus menatap tahun 2026 dengan optimisme. Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, para asisten Sekda, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar