Minggu, 19 Juli 2026

Menkeu: APBN 2025 Tetap Stabil dan Terjaga Kinerjanya

Minggu, 21 Desember 2025 03:23 WIB
Menkeu: APBN 2025 Tetap Stabil dan Terjaga Kinerjanya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi jajaran Kementerian Keuangan menyampaikan paparan kinerja APBN dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 tetap berada pada jalur yang sehat dan terkelola dengan baik. APBN terus dioptimalkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah sekaligus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang digelar di Jakarta, Kamis.

“Hingga 30 November 2025, realisasi APBN menunjukkan kinerja yang tetap terjaga,” ungkap Menkeu Purbaya.

Menkeu memaparkan, realisasi pendapatan negara hingga 30 November 2025 mencapai Rp2.351,5 T atau 82,1 persen dari outlook laporan semester. Capaian tersebut terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang terealisasi sebesar Rp1.903,9 T.

Dari total penerimaan perpajakan tersebut, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.634,4 T, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp269,4 T. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi sebesar Rp444,9 T.

Di tengah berbagai tekanan global terhadap pendapatan negara, pemerintah tetap menjaga peran belanja negara sebagai instrumen utama dalam menopang perekonomian. Hingga akhir November 2025, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp2.911,8 T atau 82,5 persen terhadap outlook laporan semester.

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.116,2 T, yang terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp1.110,7 T dan belanja non-K/L sebesar Rp1.005,5 T. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) juga tetap berjalan sesuai rencana dengan realisasi sebesar Rp795,6 T, guna mendukung penyelenggaraan layanan publik di daerah.

“Ini mencerminkan belanja pemerintah yang terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mendukung program prioritas,” jelas Menkeu.

Dengan perkembangan tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa defisit APBN hingga 30 November 2025 tercatat sebesar Rp560,3 T atau 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut dinilai masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan desain APBN 2025.

Selain itu, defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp82,2 T, yang mencerminkan pengelolaan fiskal pemerintah tetap dilakukan secara hati-hati dan prudent di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menkeu menegaskan, pemerintah akan terus mengelola APBN secara responsif dan kredibel agar mampu menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Timor Leste Resmi Gunakan Chonburi Stadium sebagai Kandang di Piala AFF 2026, Indonesia Tandang ke Thailand
Zidane Sepakat Latih Timnas Prancis, Siap Gantikan Deschamps Usai Piala Dunia 2026
Ijeck Soroti Kecelakaan Maut di Sibolangit, Siap Bahas Penertiban ODOL di Komisi V DPR RI
Prabowo: Bila Perlu Anggaran Pertahanan dan Polri Dikurangi demi Hapus Kemiskinan
Wagub Sumut Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Strategis
Polri Gandeng Kampus Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus
komentar
beritaTerbaru