Selasa, 07 April 2026

Jateng Siap Sambut Jutaan Wisatawan Saat Libur Nataru 2025

Dirgahayu Ginting - Rabu, 17 Desember 2025 11:09 WIB
Jateng Siap Sambut Jutaan Wisatawan Saat Libur Nataru 2025
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri kegiatan budaya di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah, sebagai simbol kesiapan daerah dalam menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (15/12/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Selama periode tersebut, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 8,57 juta orang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, M Masrofi, menjelaskan bahwa masa libur Nataru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Adapun puncak kunjungan wisatawan diprediksi terjadi pada 25 Desember dan 28 Desember 2025.

“Periode libur Nataru menjadi salah satu momentum tertinggi pergerakan wisatawan. Kami memperkirakan puncak kunjungan terjadi pada 25 dan 28 Desember,” ujar Masrofi saat dihubungi, Senin.

Menurut Masrofi, terdapat lima wilayah di Jawa Tengah yang diperkirakan menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah tinggi selama libur Nataru, yakni Kabupaten Klaten, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, dan Kota Surakarta.

Ia menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru 2025 diperkirakan mencapai 7,8 juta orang atau meningkat 4,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kunjungan wisata sepanjang Desember 2025, total wisatawan diprediksi mencapai 8,57 juta orang, atau naik sekitar 12,95 persen dibandingkan Desember 2024.

Sementara itu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 60,9 juta orang.

“Jawa Tengah memiliki 1.635 destinasi wisata yang siap menjadi penyangga utama lonjakan kunjungan pada libur Nataru. Rinciannya terdiri dari 759 destinasi wisata alam, 268 wisata budaya, dan 608 wisata buatan. Selain itu, terdapat 896 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah,” jelasnya.

Masrofi juga mengungkapkan, terdapat 10 destinasi wisata yang diperkirakan menjadi tujuan favorit wisatawan selama libur akhir tahun. Destinasi tersebut antara lain Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, Candi Prambanan, Masjid Raya Syeikh Zayid, Dataran Tinggi Dieng, Candi Borobudur, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Selain itu, Disporapar Jawa Tengah juga memprioritaskan pemantauan pada lima destinasi wisata utama, yakni Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Manganti, dan Guci.

Terkait kesiapan pengelolaan destinasi wisata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan surat edaran Sekretaris Daerah bernomor 100.3.4.1/2025.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada bupati dan wali kota serta pengelola destinasi wisata agar memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik, melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, memastikan harga produk tetap wajar, serta memperkuat koordinasi lintas sektor jika terjadi keadaan darurat.

“Untuk mitigasi risiko dan kesiapan destinasi, kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, dan Polri. Untuk destinasi dengan aktivitas berisiko seperti pendakian gunung, arung jeram, dan wahana ekstrem, kami juga terus melakukan pemantauan terkait potensi bencana,” pungkas Masrofi.

Diketahui, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jateng terus serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui penguatan sport tourism dan gerakan desa wisata yang diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.

Salah satu contoh keberhasilan pengembangan sport tourism adalah ajang Borobudur Marathon, yang perputaran ekonominya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, nilai perputaran ekonomi ajang tersebut mencapai Rp73,9 M, meningkat dari Rp61,6 M pada 2023. Selain itu, Jawa Tengah juga sukses menggelar Karimunjawa Skydiving Adventure yang diikuti peserta dari 59 negara.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis libur Nataru 2025 dapat berjalan aman, nyaman, dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta perekonomian daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru