Selasa, 07 April 2026

Ahmad Luthfi: Kolaborasi Banyak Pihak Jadi Kunci Pembangunan Jawa Tengah

Dirgahayu Ginting - Jumat, 12 Desember 2025 09:24 WIB
Ahmad Luthfi: Kolaborasi Banyak Pihak Jadi Kunci Pembangunan Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi narasumber dalam Berita Satu Regional Forum 2025 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Dok/Humas Jateng)
Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pembangunan di provinsi ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Pendekatan pemerintahan kolaboratif (collaborative government) menjadi kunci dalam mendorong kemajuan Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Luthfi saat menjadi narasumber pada acara Berita Satu Regional Forum 2025, yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu.

“Kolaborasi dilakukan dengan mengintegrasikan program antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Tidak cukup itu, kolaborasi juga harus melibatkan instansi terkait, seluruh potensi masyarakat, perguruan tinggi, serta sektor swasta,” ujar Ahmad Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah saat ini telah menjalin kerja sama dengan puluhan rektor perguruan tinggi di wilayahnya. Kerja sama dengan universitas dari luar Jawa Tengah juga telah dilakukan dan akan terus dikembangkan, demi memperkuat sinergi pembangunan.

“Kita gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini adalah cara bersama-sama membangun Jawa Tengah,” terang Luthfi.

Selain itu, Luthfi menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan APBD. Kontribusi dari sektor investasi menjadi salah satu pendorong utama. Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,13 T.

Gubernur Luthfi juga mendorong pengembangan konsep aglomerasi antarwilayah. Artinya, daerah-daerah di setiap eks-karesidenan di Jawa Tengah perlu bekerja sama dengan wilayah sekitarnya dalam sektor ekonomi, pariwisata, dan bidang lainnya.

“Di Jawa Tengah terdapat enam eks-karesidenan. Kami dorong adanya aglomerasi untuk menumbuhkan ekonomi baru,” jelasnya.

Kolaborasi pembangunan juga diperluas hingga antarprovinsi. Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Jawa Timur, dan lain-lain. Kerja sama ini mencakup investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan pengelolaan BUMD.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat ketahanan daerah secara menyeluruh. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru