Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang kerja sama perdagangan internasional setelah menerima kunjungan delegasi Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia Connect Souq di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa.
Kunjungan tersebut dipimpin Chairman Connect Souq, Abdullah Hassan dari Kuwait, bersama jajaran pimpinan organisasi yang berasal dari Inggris, Uni Emirat Arab, India, dan Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengatakan bahwa Connect Souq tengah menjajaki potensi kemitraan dengan Pemprov Jateng, khususnya dalam pengembangan komoditas kopi dan rempah seperti jahe. Organisasi tersebut memiliki jaringan investor dan pelaku usaha muslim yang tersebar di lebih dari 40 negara.
“Pengusaha dari beberapa negara ingin investasi ke Jawa Tengah, terutama untuk produk kopi dan rempah seperti jahe,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, kopi Jawa Tengah memiliki kualitas unggul, namun belum dipromosikan secara menyeluruh di pasar internasional. Karena itu, delegasi Connect Souq berencana meninjau langsung sejumlah sentra produksi kopi di Jateng, sebelum memfasilitasi ekspor ke Amerika Serikat dan negara lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menawarkan potensi komoditas kelapa untuk memperluas peluang pasar.
Chairman Connect Souq, Abdullah Hassan, menilai potensi kopi Indonesia sangat besar, meski saat ini baru menguasai 5 persen pasar kopi dunia. Ia menegaskan perlunya membuka pasar baru agar produk kopi dari Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dapat berkembang lebih jauh.
“Ada peluang besar untuk meningkatkannya, salah satunya dengan membuka pasar baru. Connect Souq hadir di 40 negara dan siap membantu,” ungkap Abdullah, yang juga merupakan pengusaha kedai kopi di Amerika Serikat.
Ia menambahkan, selain Amerika Serikat, komoditas kopi dari Jawa Tengah juga berpeluang masuk ke pasar Inggris, Italia, hingga Jerman. Dengan meluasnya akses pasar tersebut, diharapkan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di wilayah Jawa Tengah.
Perwakilan Connect Souq Indonesia, Abdul Wahid Maktub, menekankan pentingnya Indonesia meningkatkan kreativitas dan produktivitas dalam pengolahan komoditas ekspor. Selama ini, banyak produk pertanian yang masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya rendah.
“Kita hanya mengekspor bahan mentah, keuntungannya sedikit. Ke depan, Indonesia harus lebih kreatif dan produktif dalam pengolahan,” ujarnya.
Selain sektor perdagangan, Connect Souq juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung industri pengolahan kopi dan rempah.
Dengan potensi besar pada komoditas lokal serta dukungan jejaring internasional Connect Souq, Jawa Tengah kini melihat peluang baru untuk memperkuat daya saing produk unggulan di pasar global. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar