Lampung Selatan (buseronline.com) - Dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam program penanaman jagung berskala nasional. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Penanaman Jagung Menuju Swasembada Pangan di Lampung Selatan, Selasa.
Kehadiran Polri dalam agenda ini menegaskan peran strategis kepolisian, tidak hanya pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga pada percepatan produksi pangan nasional.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Polri yang terus mendorong peningkatan produksi jagung nasional. “Lampung memiliki potensi luar biasa. Penanaman jagung harus menjadi gerakan bersama agar Indonesia mencapai swasembada pangan. Polri telah memberi contoh bagaimana institusi negara dapat terlibat langsung dalam memperkuat produksi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan kesiapan institusinya untuk terus mendukung program strategis pemerintah dalam sektor pangan. “Polri siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk menjaga stabilitas keamanan agar proses produksi dan distribusi pangan berjalan lancar. Ketahanan pangan ini bukan hanya program, tetapi kerja bersama yang terus kami akselerasi,” katanya.
Hingga saat ini, Polri telah memetakan potensi lahan seluas 1.378.608,67 hektare. Dari jumlah tersebut, 881.743,02 hektare merupakan lahan produktif dan 496.865,65 hektare lahan baku sawah (LBS). Dari total potensi itu, Polri telah mengelola dan menanam di lahan seluas 633.945,06 hektare — terdiri dari 518.994,39 hektare lahan produktif dan 114.950,67 hektare LBS.
Program ketahanan pangan Polri juga melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Tercatat 30.548 kelompok tani dengan total 602.208 petani binaan terlibat dalam pengelolaan lahan, penanaman, dan proses panen jagung di berbagai daerah. Keterlibatan masyarakat menjadikan program ini tidak hanya memperkuat cadangan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Hasil panen pun menunjukkan capaian signifikan. Pada Kuartal I–III Tahun 2025, Polri mencatat produksi jagung sebanyak 2.835.173 ton. Pada Kuartal IV, penanaman tengah berlangsung di area 412.898,32 hektare dengan estimasi panen antara 1,65 hingga 4,12 juta ton.
Di Provinsi Lampung, penanaman Kuartal IV dilaksanakan pada lahan seluas 1.054,10 hektare di 15 kabupaten/kota dengan estimasi hasil 4.216,40 ton. Pada kegiatan hari ini, penanaman dilakukan pada lahan seluas 89 hektare di Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, dengan estimasi panen mencapai 267 ton.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa kondisi harga jagung saat ini sangat mendukung peningkatan pendapatan petani. “Harga jagung sangat menguntungkan. Petani bisa mendapatkan hingga Rp5 juta per bulan. Serapan hasil panen juga terjamin karena kebutuhan industri pakan ayam di Lampung sangat besar,” ujarnya.
Kontribusi Polri juga berdampak signifikan terhadap penguatan cadangan pemerintah. Hingga 1 Desember 2025, Perum Bulog telah menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri, atau 67,3% dari kapasitas total gudang nasional. Untuk Provinsi Lampung, penyerapan mencapai 19.724 ton, atau 84,8% dari target 23.250 ton.
Untuk mendukung kelancaran pascapanen, Polri telah membangun 18 gudang ketahanan pangan berkapasitas 1.000 ton di 12 provinsi. Salah satunya berada di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Gudang tersebut dilengkapi mobil mesin pipil jagung, vertical dryer, dan traktor tangan untuk mempercepat proses pengeringan serta distribusi.
Keterlibatan Wakapolri dalam penanaman jagung di Lampung Selatan menjadi penegasan bahwa ketahanan pangan adalah agenda nasional yang harus dikerjakan bersama lintas sektor. Melalui pemetaan lahan, pembinaan kelompok tani, peningkatan kapasitas produksi, hingga mendukung penyerapan hasil oleh Bulog, Polri memperlihatkan peran strategisnya dalam upaya mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dengan capaian yang terus meningkat, Polri memastikan akan melanjutkan kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar