Surakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memaksimalkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi layanan birokrasi. Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Jateng, Agung Hariyadi, saat membuka workshop di The Alana Hotel Solo, Kamis.
Menurut Agung, AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan saat ini untuk menghadirkan layanan birokrasi yang cepat, presisi, dan efisien.
“Perkembangan teknologi digital, khususnya AI, telah mengubah cara organisasi bekerja, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Agung.
Ia menambahkan, Pemprov Jateng mendorong transformasi digital melalui teknologi tepat guna, termasuk otomatisasi proses administrasi, peningkatan kualitas data, percepatan layanan publik, serta pengurangan beban kerja operasional yang berulang. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur untuk merancang inisiatif AI sederhana sesuai kebutuhan masing-masing unit kerja.
Dalam kesempatan yang sama, akademisi Dr Eng Farrikh Alzami dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menekankan bahwa AI di sektor publik Indonesia menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Ia mencontohkan keberhasilan integrasi AI dalam aplikasi JAKI, ETLE Polri, dan inovasi layanan Direktorat Jenderal Pajak.
Farrikh juga meluruskan mitos tentang AI. Menurutnya, AI bukan sihir, melainkan matematika dan statistik yang bekerja melalui Machine Learning, Large Language Model, dan analisis probabilitas untuk memberikan jawaban paling relevan berdasarkan pola data.
Potensi penerapan AI di OPD, menurut Farrikh, meliputi chatbot 24 jam untuk layanan publik, pembuatan notulensi rapat otomatis, sistem peringatan dini wabah penyakit berbasis data kesehatan, hingga analisis sentimen komentar media sosial pemerintah.
Ia menekankan pentingnya aspek etik dan keamanan data, di mana informasi sensitif seperti NIK, rekam medis, rancangan kebijakan, password, dan data keuangan tidak boleh disebarkan sembarangan.
Narasumber dari Diskominfo Jateng, Muh Anggoro Setio Purnawan, memaparkan infrastruktur pendukung AI dan pemanfaatannya dalam pemerintahan daerah. Teknologi AI dapat mencakup Generative AI (chatbot cerdas, pembuatan konten otomatis), AI Vision (deteksi wajah, plat nomor, analisis CCTV), Predictive Analysis (prediksi kebutuhan layanan, trafik, kesehatan), serta otomasi administrasi birokrasi (RAG, summarization, answer routing).
Anggoro menambahkan, fondasi infrastruktur AI meliputi komputasi (CPU, GPU, TPU), penyimpanan data skala besar, jaringan aman, hingga API dan sistem monitoring. Ia menyarankan model hybrid yang memadukan cloud dan on-premise untuk keamanan data sensitif sekaligus fleksibilitas komputasi.
“Contohnya chatbot AI berbasis cloud yang terhubung dengan data kependudukan on-premise, atau analitik CCTV di data center lokal yang ditampilkan pada dashboard cloud,” jelasnya.
Workshop ini menjadi langkah konkret Pemprov Jateng untuk mempercepat transformasi digital birokrasi, membangun aparatur yang adaptif, dan menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, akurat, serta responsif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar