Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Anugerah Insan Pertanian 2025 sebagai upaya mengangkat sektor pertanian agar lebih bergengsi dan berdaya ekonomi tinggi. Ajang ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan pertanian Jawa Tengah dalam memasok kebutuhan pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menggugah minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian yang kini memiliki potensi pendapatan besar.
“Ini karena kami ingin membangun semangat anak-anak muda, bahwa pertanian merupakan peluang besar untuk mendapatkan pendapatan lebih,” ujar Frans, sapaan akrabnya, saat membuka acara di Balairung Hotel Novotel Semarang, Kamis malam.
Menurut Frans, meski pertanian modern menghadapi tantangan penyempitan lahan, kemajuan teknologi mampu meningkatkan hasil produksi.
Hal ini tercermin dari prognosa produksi padi Jawa Tengah tahun 2025 yang diperkirakan mencapai 11.362.870 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.384.982 ton Gabah Kering Giling (GKG), berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik.
Sementara itu, produksi jagung Jawa Tengah periode Januari–Desember 2025 diproyeksikan mencapai 3.869.168 ton, meningkat dari 3.282.384 ton pada 2024.
“Kita mengalami peningkatan 493.684 ton dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencapai 8.891.297 ton GKG. Kami yakin potensi ini menjadikan Jateng andalan menjaga stabilitas ketersediaan beras dan pangan pokok nasional,” jelas Frans.
Berbagai strategi diterapkan untuk meningkatkan produksi padi, antara lain penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, bantuan irigasi, serta adopsi teknologi pertanian.
Menurut Frans, generasi muda yang melek teknologi lebih cepat menguasai sistem pertanian modern, termasuk penggunaan drone dan teknologi mekanisasi lainnya.
Ajang Anugerah Insan Pertanian 2025 dibagi dalam beberapa kategori, antara lain Petani Milenial, Pendamping Petani, Kelompok Tani Perkebunan, Produsen Benih Terbaik, dan Daerah dengan Indeks Pertanian Padi Tertinggi.
Salah satu penerima penghargaan, Maresti Mei Yuniasih, petani milenial asal Bedono, berhasil meraih Juara 1 Komoditas Kopi. Ia mengaku bangga karena usahanya sejak 2019 kini memberikan prospek ekonomi yang menjanjikan.
“Sekarang banyak anak muda gemar kopi. Dulu harga green bean hanya Rp17.000 dijual ke tengkulak. Tahun ini bisa Rp75.000 untuk biji kopi biasa, sedangkan kopi petik merah sudah mencapai Rp100.000,” ungkap pemilik Kelir Javanese Coffee tersebut.
Ia berharap prestasinya dapat memotivasi lebih banyak petani milenial lain untuk berkiprah di sektor pertanian.
Anugerah Insan Pertanian 2025 diharapkan dapat menjadi sarana promosi pertanian modern, memperkuat daya tarik bagi generasi muda, dan menegaskan peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional yang inovatif dan berdaya saing tinggi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar