Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026.
Strategi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, saat membacakan Nota Keuangan Rancangan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian Kota Semarang, Kamis.
“Peningkatan pendapatan akan kami lakukan melalui penanganan piutang pajak dengan metode door to door, razia kepatuhan, serta mempermudah akses pembayaran pajak melalui aplikasi Sakpole, Samsat Budiman, Samsat Corporate, Samsat Keliling, dan melalui BUMDes,” ujar Sumarno.
Selain itu, Pemprov Jateng juga akan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan menuntut perusahaan daerah untuk mengembangkan model bisnis yang adaptif dan berkelas.
Beberapa perbaikan performa BUMD telah dilakukan, termasuk pembangunan Rest Area Tol Solo–Semarang di KM 445B Tuntang, Kota Salatiga, yang dikelola oleh PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda).
Selain itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) resmi memulai operasional pabrik garam industri pada Juni 2025 di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Sumarno menambahkan, pengembangan bisnis BUMD lain juga mencakup pembangunan greenhouse, perdagangan komoditas pangan, serta penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk kebutuhan industri.
Dari sisi fiskal, Pemprov Jateng menargetkan pendapatan daerah meningkat 3,04% menjadi Rp23,74 T pada 2026. Sementara itu, belanja daerah direncanakan lebih efisien dengan penurunan sebesar 2,79%. Adapun pembiayaan daerah tercatat Rp414,5 M terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp484,5 M dan pengeluaran pembiayaan Rp70 M.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemprov Jateng optimistis dapat meningkatkan PAD, memperkuat kinerja BUMD, serta mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar