Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berhasil menggandeng investasi besar senilai Rp6,9 T dari 25 investor asal Malaysia. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada Selasa.
“MoU sudah dilakukan. Hari ini sekitar Rp6,9 T telah ditandatangani. Selanjutnya langsung eksekusi,” kata Gubernur Luthfi.
Dalam upaya menggenjot arus investasi, Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa salah satu sektor prioritas yang ditawarkan Jawa Tengah adalah energi terbarukan, terutama pemanfaatan solar panel. Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut bahkan sudah masuk tahap Surat Perintah Kerja (SPK).
Jawa Tengah memiliki sejumlah waduk yang dinilai potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar panel). Menurutnya, pemanfaatan panel surya di atas waduk tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga membantu menjaga kualitas lingkungan.
“Manfaatnya banyak, permukaan air tak mudah menguap, memelihara kondisi waduk, dan lainnya,” jelasnya.
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, menyatakan dukungannya terhadap kerja sama investasi ini. Ia menegaskan bahwa pihak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur siap mengawal seluruh proses tindak lanjut MoU agar realisasi investasi dapat berjalan optimal.
“Kami di Kedutaan dengan senang hati mengawal setiap MoU, sehingga betul-betul direalisasikan. Kalau ada apa-apa, kami bisa bantu. Apalagi saya juga orang Jawa Tengah,” ujar Dato’ Indera.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada periode Januari–September 2025 telah mencapai Rp66,13 T, atau 84,42 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebanyak 326.462 pekerja, menjadikan Jawa Tengah provinsi dengan serapan tenaga kerja terbanyak kedua di Pulau Jawa.
Investasi baru senilai Rp6,9 T yang digandeng Gubernur Luthfi diharapkan semakin memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan energi terbarukan di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar