Senin, 06 April 2026

Triwulan III 2025, Menkeu Purbaya Laporkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,04 Persen

Dirgahayu Ginting - Selasa, 25 November 2025 11:09 WIB
Triwulan III 2025, Menkeu Purbaya Laporkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,04 Persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi dengan isyarat jempol saat menyampaikan capaian kinerja ekonomi nasional dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen pada triwulan III-2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan domestik, ekspor yang meningkat, investasi yang tetap solid, serta akselerasi belanja pemerintah.

“Setelah terkontraksi di tahun 2020, ekonomi kita pulih cepat dan stabil. Dari 2023 hingga 2025, pertumbuhan terjaga di sekitar 5 persen. Ini menunjukkan bahwa Indonesia cukup resilien meskipun dunia masih diliputi ketidakpastian,” ujar Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga—komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB)—tumbuh solid 4,89 persen pada triwulan III-2025. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen, mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi.

“Ekspor meningkat sebesar 9,91 persen dan impor tumbuh lebih rendah sehingga memperkuat dampak net ekspor terhadap perekonomian,” jelas Menkeu.

Konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh 5,49 persen, sejalan dengan percepatan realisasi belanja negara pada triwulan III. Sebelumnya, belanja pemerintah minus 1,37 persen pada triwulan I dan minus 0,33 persen pada triwulan II.

“Sekarang kita sudah berhasil membalik arah belanja pemerintah, sehingga dampaknya ke ekonomi menjadi positif. Kalau sebelumnya menjadi ngerem, sekarang pemerintah ikut ngegas perekonomian,” tegas Menkeu.

Dari sisi produksi, sebagian besar sektor mencatat pertumbuhan yang kuat. Sektor industri manufaktur tumbuh 5,54 persen, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor. Sektor perdagangan meningkat 5,49 persen, seiring meningkatnya distribusi barang dan pasokan dalam negeri.

Sektor transportasi menjadi salah satu yang tumbuh paling tinggi dengan 8,62 persen, mengikuti meningkatnya aktivitas logistik dari industri pengolahan dan perdagangan. Adapun sektor informasi dan komunikasi tumbuh 9,65 persen, dipicu peningkatan layanan telekomunikasi dan aktivitas digital.

Di sisi lain, sektor konstruksi tumbuh stabil di 4,2 persen, didukung percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sektor pertanian juga mengalami lonjakan dari 1,62 persen pada triwulan II menjadi 4,93 persen pada triwulan III, didorong oleh program prioritas pangan pemerintah.

Menkeu menegaskan bahwa kuatnya konsumsi, investasi yang terjaga, dan ekspor yang meningkat merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mayoritas sektor ekonomi tumbuh positif. Ini menegaskan pemulihan ekonomi Indonesia yang merata dari sisi permintaan domestik maupun global. Dengan seluruh sektor berada di zona positif, perekonomian nasional semakin solid dan terus menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujar Menkeu.

Purbaya menambahkan bahwa performa ekonomi yang kuat ini tidak lepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai katalis pertumbuhan dan penjaga stabilitas sistem keuangan.

Pemerintah berkomitmen menjaga resiliensi ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, mempercepat putaran ekonomi, mendorong pertumbuhan tinggi, serta melindungi masyarakat dari berbagai tekanan ekonomi global.

Sinergi kebijakan juga terus diperkuat bersama otoritas moneter, sektor keuangan, dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap sejalan dengan program prioritas nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru