Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pengelolaan terpadu empat lokasi wisata dan ruang terbuka di Kelurahan Cisurupan agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial lebih kuat bagi warga.
Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Siskamling Siaga Bencana ke-37 di Kelurahan Cisurupan, Kamis.
Empat kawasan wisata yang dimaksud meliputi Wetland Cisurupan, Bukit Mbah Celeng, Bukit Mbah Garut, dan Lembah Tangga 100.
Farhan menekankan agar seluruh lokasi wisata tersebut dirangkum dalam satu skema pengelolaan terintegrasi melalui Koperasi Merah Putih.
“Kawasan yang saya maksud ini: Wetland Cisurupan, Bukit Mbah Celeng, Bukit Mbah Garut, dan Lembah Tangga 100, semuanya disatukan jadi bagian dari Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Menurut Farhan, penguatan pengelolaan berbasis masyarakat menjadi kunci agar kawasan wisata tetap dikelola warga lokal dan tidak jatuh ke pihak luar. Ia meminta Lurah Cisurupan memimpin koordinasi dengan Forum RW dan unsur pengelola lokal untuk menyiapkan konsep pengelolaan menyeluruh.
“Nanti konsepnya dipresentasikan hari Senin, kita lihat mana yang bisa kita jembatani dengan UPTD DSDABM supaya perawatannya jelas,” kata Farhan.
Selain integrasi wisata, Farhan juga menanggapi aspirasi warga yang mengusulkan pemanfaatan Bukit Mbah Garut sebagai Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan agar integrasi pengelolaan dilakukan sejak awal agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
Dalam kesempatan yang sama, pembahasan juga mencakup penguatan siskamling siaga bencana menghadapi cuaca ekstrem, kesiapan jalur evakuasi, pembagian peran linmas dan RW, serta pendataan titik rawan.
Farhan menekankan peningkatan fungsi pos ronda, komunikasi warga, dan mekanisme pelaporan cepat sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan respons bencana di lingkungan.
Dengan integrasi empat lokasi wisata melalui Koperasi Merah Putih, Pemkot Bandung berharap pengelolaan aset wisata dan ruang terbuka Kelurahan Cisurupan semakin efektif, memberikan manfaat ekonomi bagi warga, serta memperkuat ketahanan sosial dan budaya setempat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar