Senin, 06 April 2026

KUR Tanpa Agunan Disambut Positif UMKM Jateng, Akses Modal Dipermudah

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 22 November 2025 06:12 WIB
KUR Tanpa Agunan Disambut Positif UMKM Jateng, Akses Modal Dipermudah
Menteri UMKM RI Maman Abdurahman meninjau proses pembuatan batik pada kegiatan Kumitra di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (20/11/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah menyambut positif kebijakan pemerintah yang memungkinkan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tanpa agunan.

Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurahman, saat menghadiri kegiatan Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra) yang digelar di Halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis.

Menteri Maman memastikan bahwa seluruh pelaku usaha dapat mengakses KUR mulai dari plafon Rp1 juta hingga Rp100 juta tanpa syarat jaminan tambahan. Ia menekankan bahwa aturan tersebut harus diterapkan secara menyeluruh oleh bank penyalur.

“Saya ingin tegaskan, pinjaman dari satu juta (rupiah) hingga seratus juta (rupiah), tidak boleh diminta agunan,” tegas Maman di hadapan para peserta.

Eny, pengusaha berondong jagung dari Kabupaten Semarang, mengaku semakin yakin untuk mengajukan kredit setelah mendengar langsung penjelasan dari Menteri UMKM.

“Kalau menurut saya itu pasti ditunggu-tunggu. Saya juga UMKM. Jadi sekarang ingin mencoba lagi. Apalagi persaingan ketat, harus ada inovasi produk dan peralatan,” ujarnya.

Senada dengan Eny, pelaku usaha lainnya, Rofidhah, yang selama ini menjadi nasabah KUR, juga merasakan manfaat besar dari relaksasi syarat agunan tersebut.

“Ya membantu kalau sewaktu-waktu butuh dana. Harapannya dimudahkan untuk usaha saya. Kalau ada order banyak kan butuh modal besar,” ungkapnya.

Menteri Maman mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran KUR di Jawa Tengah mencapai Rp41,4 T kepada 791.000 debitur. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan modal dan kepercayaan masyarakat terhadap program KUR.

Ia meminta bank penyalur KUR untuk aktif mendampingi pelaku UMKM agar dana yang diberikan dapat mendorong pertumbuhan usaha secara keberlanjutan.

Selain permodalan, program Kumitra diharapkan menjadi pintu masuk UMKM lokal untuk menembus rantai pasok lebih besar, termasuk ke retail modern dan platform e-commerce.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian provinsi. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,2 juta pelaku usaha dari skala mikro hingga menengah.

Melalui program Kumitra, pihaknya berharap UMKM di Jateng dapat menemukan mitra yang tepat untuk memperluas pemasaran produk mereka.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah memberikan berbagai dukungan mulai dari layanan perizinan, sertifikasi halal, hingga fasilitas pemasaran. Dukungan serupa juga diberikan kepada UMKM difabel dan kelompok rentan melalui program Kecamatan Berdaya.

“Dengan tumbuh kembangnya UMKM, pertumbuhan ekonomi Jateng bisa tembus 5,37 persen, di atas nasional,” kata Luthfi.

Kebijakan KUR tanpa agunan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM Jateng serta memperluas kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mereka guna menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru