Senin, 06 April 2026

Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi Mulai Diterapkan di Jawa Tengah

Dirgahayu Ginting - Jumat, 21 November 2025 06:12 WIB
Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi Mulai Diterapkan di Jawa Tengah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah memimpin Rapat Koordinasi Daerah Implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/11/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah mulai menerapkan kebijakan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026, dengan Batang Industrial Park, Kabupaten Batang, sebagai pilot project pertama.

Kebijakan KLIK hadir untuk menjawab kendala klasik pelaku usaha, khususnya lamanya proses penerbitan perizinan dasar pada tahap awal pembangunan.

Melalui kebijakan ini, perusahaan dapat langsung memulai konstruksi setelah memperoleh izin prinsip, sembari mengurus perizinan lainnya secara paralel.

Direktur Perencanaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Industri Manufaktur BKPM, Ratih Purbasari Kania, menjelaskan bahwa KLIK diharapkan menjadi solusi strategis dalam mempercepat pembangunan kawasan industri sekaligus mendorong munculnya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Dengan adanya KLIK ini, diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjadikan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Ratih dalam Rapat Koordinasi Daerah Implementasi KLIK Kawasan Industri Provinsi Jawa Tengah di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu.

Ratih menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 5 Tahun 2025, program KLIK diperuntukkan bagi pelaku usaha kategori menengah hingga tinggi.

Setelah mendapatkan izin prinsip dari PTSP, perusahaan dapat melanjutkan konstruksi sambil menyelesaikan izin pelengkap, seperti IMB, izin lingkungan (UKL/UPL atau Amdal), dan perizinan daerah lainnya, selama mengikuti Estate Regulation kawasan industri.

Dengan skema tersebut, waktu pemrosesan perizinan dapat dipangkas hingga 6 bulan hingga 1,5 tahun.

Ratih menilai Jawa Tengah memiliki potensi pertumbuhan industri yang kuat, dengan tersedianya lahan dan dukungan pemerintah daerah.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menegaskan bahwa KLIK menjadi terobosan besar dalam mempercepat proses pembangunan, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi. Saat ini Jawa Tengah memiliki empat daerah dengan kawasan industri aktif, yaitu Semarang, Demak, Kendal, dan Batang.

“Kemudahan ini tentu menjadi daya tarik bagi pelaku usaha. Selain fasilitas yang sudah ada seperti tax allowance, tax holiday, dan tax deduction,” kata Sakina.

Ia menambahkan bahwa ke depan, kemudahan serupa diharapkan dapat diterapkan di 31 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah, terutama daerah yang memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dan berpotensi berkembang menjadi kawasan industri penuh.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai sosialisasi KLIK yang diikuti oleh seluruh Kepala DPMPTSP kabupaten/kota se-Jawa Tengah menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai penerapan kebijakan tersebut.

“Dengan sosialisasi ini, hambatan-hambatan perizinan terkait konstruksi di kawasan industri sudah tidak ada lagi. Tentu izin akan diproses cepat, sesuai tata kelola dan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Penerapan KLIK di Jawa Tengah menjadi sinyal kuat peningkatan pelayanan investasi, sekaligus upaya pemerintah daerah untuk memperkuat iklim usaha yang kondusif dan kompetitif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru