Senin, 06 April 2026

Resmikan 4 Infrastruktur Secara Hybrid, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mobilitas Publik

Dirgahayu Ginting - Kamis, 20 November 2025 11:49 WIB
Resmikan 4 Infrastruktur Secara Hybrid, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mobilitas Publik
Presiden Prabowo Subianto meninjau display panel saat sebelum peresmian Jembatan Kabanaran dan 4 Infrastruktur secara Hybrid di Jembatan Kabanaran, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (19/11/2025).
Yogyakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan empat infrastruktur strategis secara hybrid, bersamaan dengan peresmian Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.

Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan konektivitas yang lebih efisien bagi masyarakat di berbagai daerah.

Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam agenda nasional, khususnya dalam penguatan konektivitas sesuai astacita Presiden.

“Jembatan, flyover, underpass merupakan representasi konektivitas, dan sejalan dengan astacita ketiga Presiden, yaitu penguatan konektivitas dengan rantai nilai komoditas sebagai fondasi peningkatan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Dody.

Empat infrastruktur yang diresmikan tersebar di Surakarta, Magelang, Medan, dan Sambas. Seluruhnya menghadirkan manfaat langsung berupa peningkatan mobilitas, efisiensi logistik, serta perubahan signifikan dalam aktivitas harian masyarakat.

Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Underpass Joglo menjadi solusi konkret bagi simpul kemacetan di kawasan tersebut. Infrastruktur ini memiliki panjang underpass 450 meter dengan total panjang penanganan 1.025 meter, dibangun dengan biaya Rp284,7 M dan menyerap 1.658 tenaga kerja.

Dampak pengoperasiannya terasa signifikan:

Waktu tempuh berkurang 89 persen

Kecepatan kendaraan meningkat hingga 300 persen

Biaya operasional kendaraan turun 38 persen

Di Kota Magelang, Jawa Tengah, Flyover Canguk menjadi simpul penting dalam jaringan pariwisata nasional. Flyover sepanjang 16 meter dengan panjang jalan utama 781,29 meter ini dibangun selama 395 hari dengan biaya Rp99,6 M, melibatkan 528 tenaga kerja.

Kehadiran flyover ini berhasil mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur strategis tersebut. Manfaat ekonominya pun besar, terutama bagi angkutan logistik, dengan penurunan biaya operasional truk berat hingga 92,94 persen.

Di Sumatera Utara, Underpass Gatot Subroto di Simpang Manhattan memperbaiki arus lalu lintas di kawasan sibuk Kota Medan. Memiliki panjang 750 meter dan lebar 19,8 meter, proyek senilai Rp217,83 M ini dikerjakan selama 463 hari dan melibatkan 1.154 tenaga kerja.

Dampak yang dihasilkan antara lain:

Waktu tempuh berkurang 74 persen

Kecepatan kendaraan meningkat 167 persen

Biaya operasional kendaraan turun 30 persen

Selain menjadi solusi kemacetan, infrastruktur ini telah menjadi landmark baru modernisasi Kota Medan.

Dari Kalimantan Barat, Jembatan Sungai Sambas Besar menghadirkan gebrakan besar dalam dunia konstruksi nasional. Selain menjadi jembatan network tied arc terpanjang di Indonesia, proyek ini juga mencatat penggunaan Metode Telescopic Struut pertama di Indonesia.

Dengan panjang jembatan 1.262,6 meter dan jalan pendekat 1.342,4 meter, jembatan ini dibangun melalui investasi Rp479,77 M selama 1.119 hari, melibatkan 2.543 tenaga kerja.

Manfaatnya sangat signifikan:

Memangkas waktu tempuh Tebas–Tekarang hingga 2 jam

Menurunkan biaya operasional kendaraan 14,52 persen

Menciptakan efisiensi logistik lebih dari 90 persen

Mendukung nilai ekonomi kawasan pariwisata Paloh–Aruk

Empat proyek ini bukan sekadar bangunan fisik. Pada setiap kilometer jalan, menit waktu tempuh yang dihemat, dan rupiah biaya logistik yang ditekan, tampak arah pembangunan nasional: memudahkan hidup masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan merajut konektivitas nasional yang tangguh.

Program percepatan pembangunan infrastruktur terus dikawal pemerintah sebagai fondasi utama untuk meningkatkan pelayanan publik, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru