Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya menarik investasi baru melalui Bandung Investment Forum 2025, yang digelar di Hotel Aryaduta, Senin.
Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah dan calon investor untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di kota yang semakin padat penduduk dan terbatas lahannya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan, Pemkot Bandung menyiapkan tiga skema investasi baru untuk memberikan fleksibilitas dan respons terhadap kebutuhan dunia usaha.
“Tiga skema investasi ini adalah terobosan pendekatan baru kepada para calon investor,” ujar Farhan.
Tiga skema tersebut antara lain:
1. Pemerintah sebagai mitra investasi, bekerja sama dengan investor dalam pengembangan aset atau program.
2. Pemerintah sebagai matchmaker dan regulator, mempertemukan dua perusahaan atau pihak swasta yang berminat membentuk kerja sama atau joint venture.
3. Pemerintah sebagai enabler, yakni membantu perusahaan memaksimalkan investasi mereka, memberikan dukungan regulasi, dan memastikan proses investasi berjalan lancar.
Farhan menambahkan, keterbatasan lahan di Bandung justru meningkatkan nilai investasi. “Yang paling penting adalah meningkatkan peluang realisasi investasinya, dan di situlah pemerintah harus hadir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric M Attauriq, mengungkapkan Pemkot Bandung menawarkan 11 aset milik kota kepada para calon investor potensial. Aset tersebut diarahkan untuk kerja sama jangka panjang yang memberi nilai tambah bagi kota, bukan sekadar sewa.
Eric menyoroti beberapa aset strategis, termasuk eks TPA Pasir Impun seluas 9,8 hektare. “Dulunya tempat pembuangan sampah, tapi dengan konsep yang tepat, dukungan investor dan perbankan, lahan ini bisa dijadikan kawasan baru yang produktif,” ujar Eric.
Menurut Eric, realisasi investasi Kota Bandung pada triwulan III 2025 telah mencapai Rp10,1 T, melampaui target rata-rata sebesar Rp7 T. Sebanyak 105 investor diundang dalam forum ini, dan sekitar 50 investor hadir dalam sesi khusus bersama Wali Kota.
Rangkaian forum ini akan mencapai puncaknya pada Bandung Investment Summit yang dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2025. Eric menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menawarkan peluang investasi.
“Tugas ke depan memang berat. Arahan Pak Wali, pemerintah harus proaktif. Jangan menunggu investor mengetuk pintu, tapi kita yang menawarkan peluang secara langsung. Tantangannya adalah bagaimana semuanya bisa terintegrasi di tahun 2026, dan kami siap menjembatani,” tandasnya.
Forum ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bandung dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, terstruktur, dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan kota. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar