Senin, 06 April 2026

Jabar Yakin LPE Tembus 5,5 Persen pada Akhir Tahun 2025

Dirgahayu Ginting - Jumat, 14 November 2025 11:09 WIB
Jabar Yakin LPE Tembus 5,5 Persen pada Akhir Tahun 2025
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman (tengah) berfoto bersama para penerima penghargaan Paper Terbaik dalam acara West Java Economic Society (WJES) 2025 bertema “Memperkuat Fondasi Ekonomi Biru & Industri 5.0 untuk Akselerasi Pertumbuhan
Bandung (buseronline.com) - Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat pada Kuartal III Tahun 2025 tercatat sebesar 5,20 persen, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), masih berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 5,04 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengapresiasi kinerja seluruh pihak di Jawa Barat yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap tinggi. Ia menegaskan, peningkatan LPE akan berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak naik, kesejahteraan masyarakat juga ikut membaik. Kami optimistis LPE Jawa Barat di akhir tahun 2025 bisa mencapai 5,5 persen,” ujar Herman saat menghadiri West Java Economic Society (WJES) 2025, Senin.

Herman menjelaskan, terdapat empat komponen utama yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan menunjukkan tren positif hingga kuartal III 2025.

Pertama, belanja pemerintah, yang telah mencapai 72,67 persen, didukung realisasi pendapatan sebesar 81,22 persen. Menurut Herman, belanja pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi pemantik berputarnya roda perekonomian.

“Kami memantau setiap hari, tidak hanya belanja provinsi, tapi juga belanja pemerintah di kabupaten dan kota,” tegasnya.

Kedua, konsumsi masyarakat yang meningkat seiring terkendalinya laju inflasi di Jawa Barat.

Ketiga, investasi, yang hingga kuartal III 2025 telah mencapai Rp77,1 T. Herman menambahkan, total akumulasi investasi sejak awal tahun sudah mencapai Rp218 T, menunjukkan Jawa Barat sebagai daerah yang ramah investasi dan berkelanjutan.

Keempat, sektor ekspor-impor, di mana neraca perdagangan Jawa Barat tetap surplus.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menambahkan, pertumbuhan ekonomi provinsi ini masih berada “on the track”. Ia memperkirakan dua bulan terakhir tahun 2025 akan didorong oleh belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Melalui WJES 2025, kami dari kalangan perbankan dan akademisi memberikan beberapa rekomendasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan mempercepat target 8 persen pada 2029,” ujar Muhamad Nur.

Dengan catatan positif ini, Jawa Barat optimis bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun dan terus menyiapkan langkah strategis untuk mencapai target jangka panjang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru