Senin, 06 April 2026

Perusahaan Konstruksi Tiongkok Tertarik Berinvestasi di Kawasan Industri Jateng

Dirgahayu Ginting - Jumat, 14 November 2025 09:21 WIB
Perusahaan Konstruksi Tiongkok Tertarik Berinvestasi di Kawasan Industri Jateng
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari berdiskusi dengan perwakilan perusahaan konstruksi asal Provinsi Fujian, Tiongkok, di Semarang, Rabu (12/11/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Perusahaan konstruksi asal Provinsi Fujian, Tiongkok, menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di kawasan industri Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyambut hangat rencana tersebut dan siap memfasilitasi langkah-langkah konkret untuk mewujudkan kerja sama investasi yang saling menguntungkan.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah mitra bisnis di Semarang, Rabu, Jerry Zhang, perwakilan perusahaan asal Fujian, menyampaikan bahwa pihaknya melihat Indonesia khususnya Pulau Jawa sebagai destinasi investasi yang sangat potensial di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat potensi besar di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Indonesia merupakan destinasi investasi yang sangat menarik,” ujar Zhang.

Zhang menjelaskan, perusahaan konstruksi yang diwakilinya merupakan bagian dari perusahaan milik negara (state-owned enterprise) di Tiongkok yang bergerak dalam rantai layanan konstruksi terpadu, meliputi perencanaan, desain, konstruksi, serta sektor manufaktur pendukung.

Pihaknya telah meninjau sejumlah kawasan industri di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dari hasil kunjungan tersebut, Jawa Tengah dinilai memiliki daya saing tinggi karena harga lahan yang kompetitif, iklim investasi yang kondusif, serta tenaga kerja yang ramah dan pekerja keras.

“Kami siap menjajaki kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pengelola kawasan industri seperti KEK Industripolis Batang dan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW),” ungkap Zhang.

Sebagai tahap awal, pihaknya berencana mengembangkan proyek industri dengan luas lahan 100 hingga 200 hektare, melalui skema kolaboratif bersama mitra lokal.

“Kami ingin membawa lebih banyak investor dari Tiongkok untuk berinvestasi di sini. Kami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan dan memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyampaikan bahwa Pemprov Jateng siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut.

“Kami menyambut baik rencana investasi dari calon investor Tiongkok ini. Hal ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap potensi ekonomi Jawa Tengah,” ujar Sakina.

Menurutnya, Pemprov Jateng bersama DPMPTSP akan memastikan proses perizinan dan fasilitasi berjalan transparan, cepat, dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja serta transfer teknologi.

“Kami akan mengawal rencana ini agar dapat direalisasikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” tambahnya.

Sakina menegaskan, Jawa Tengah memiliki infrastruktur kawasan industri yang siap dikembangkan, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industripolis Batang yang dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi, serta Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) yang menawarkan lahan siap bangun dengan dukungan logistik yang kuat.

Selain itu, ketersediaan tenaga kerja produktif dengan upah kompetitif menjadikan Jawa Tengah semakin menarik bagi investor global.

“Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri nasional, dengan dukungan infrastruktur, SDM, dan kebijakan pro-investasi yang konsisten,” jelas Sakina.

Dari sisi kinerja, realisasi investasi di Jawa Tengah selama periode Januari–September 2025 tercatat mencapai Rp66,13 T, dengan serapan tenaga kerja sekitar 326 ribu orang. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi daerah tersebut.

“Kami terus mengajak calon investor untuk berkolaborasi dalam mewujudkan investasi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Sakina.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat industri dan manufaktur baru di Indonesia, sekaligus memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru