Bandung (buseronline.com) - West Java Festival (WJF) 2025 kembali digelar dengan menyuguhkan seni budaya berbasis kearifan lokal Sunda. Festival ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat. WJF masuk ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI tahun ini.
Staf Khusus Bidang Akuntabilitas dan Hukum Kementerian Pariwisata RI, Bambang Andika, menuturkan bahwa WJF kini menjadi agenda nasional Kemenpar. Dalam acara tersebut, pihak penyelenggara WJF 2025 menerima sertifikat KEN sebagai pengakuan resmi dari pemerintah pusat.
"WJF diharapkan menjadi event yang mendorong kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Tahun ini, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan lokal sebanyak 1,08 miliar orang dan 15 juta wisatawan mancanegara," ujar Bambang Andika saat memberikan sambutan di Kiara Artha Park Kota Bandung, Minggu.
WJF merupakan festival tahunan yang bertujuan merayakan keindahan budaya, sejarah, dan prestasi masyarakat Jawa Barat. Selain hiburan, festival ini juga menjadi ajang kolaborasi antar-perangkat daerah untuk menyediakan pelayanan terpadu satu pintu bagi masyarakat, seperti pembayaran pajak, pembuatan surat kependudukan, perizinan, dan layanan pemerintah lainnya.
Tema WJF 2025 adalah Gapura Panca Waluya, yang terinspirasi dari nilai-nilai kearifan budaya masyarakat Sunda. Tema ini diharapkan menjadi pedoman dalam pembangunan pariwisata dan kebudayaan Jawa Barat yang berakar pada kearifan lokal.
Festival ini sebelumnya telah digelar pada 2019, 2023, dan 2024 di Gedung Sate, Bandung, namun sempat terhenti selama 2020-2022 akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, WJF berlangsung di Kiara Artha Park Kota Bandung pada 8-9 November 2025.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir dalam festival bersama sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Bandung, M Farhan. Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menekankan pesan utama WJF 2025: ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif, dan setiap orang harus mau bekerja.
"Pesannya adalah ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif, dan yang paling utama adalah setiap orang harus mau bekerja, apapun jenis pekerjaannya," kata Dedi Mulyadi saat meninjau tenant UMKM di acara pembukaan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung M Farhan menambahkan, WJF menjadi ajang yang menampilkan keberagaman dan inklusivitas budaya di seluruh Jawa Barat.
"Saya berharap WJF menjadi motivasi dan pemicu lahirnya ide-ide luar biasa dalam memajukan pariwisata berbasis budaya di Jawa Barat," ujarnya.
Dengan keberadaan WJF 2025, diharapkan pariwisata berbasis budaya dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat identitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar