Selasa, 07 April 2026

Jawa Tengah Miliki Peluang Besar Kembangkan Ekonomi Syariah

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 08 November 2025 11:16 WIB
Jawa Tengah Miliki Peluang Besar Kembangkan Ekonomi Syariah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menerima penyematan PIN Brand Ekonomi Syariah dari Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (6/11/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, saat kegiatan Penguatan Literasi Brand Ekonomi Syariah Provinsi Jawa Tengah di kompleks Kantor Gubernur, Rabu.

Menurutnya, dukungan kuat dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melalui berbagai kebijakan strategis menjadi faktor utama berkembangnya ekosistem ekonomi syariah di provinsi ini.

“Dukungan Jawa Tengah terhadap penguatan ekonomi syariah ini luar biasa. Dalam gelaran Anugerah Adinata Syariah, Jateng selalu ada yang menang. Komitmen kepala daerah juga sudah masuk dalam arah kebijakan. Jawa Tengah ini sudah masuk radar provinsi dengan pengembangan ekonomi syariah yang besar,” ujar Emir.

Emir menjelaskan, ekonomi syariah kini tidak lagi menjadi alternatif, melainkan telah masuk ke dalam arus utama pembangunan ekonomi daerah. Hal itu ditandai dengan masuknya muatan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di 26 provinsi, termasuk Jawa Tengah.

Ada tiga indikator utama pengembangan ekonomi syariah dalam RPJMD, yakni jumlah produk bersertifikat halal, aset perbankan syariah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta indeks zakat nasional hingga tingkat kabupaten/kota.

“Dalam hal ini, Jateng sudah memenuhinya,” tegas Emir.

Meski begitu, Emir mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan dalam memperluas inklusi keuangan syariah di tingkat nasional, yang saat ini baru mencapai 13 persen. Karena itu, literasi keuangan syariah akan terus ditingkatkan agar manfaat ekonomi syariah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah, Nyata Nugraha, menyatakan dukungan Pemprov Jateng terhadap pengembangan ekonomi syariah sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

“Jawa Tengah juga menerima Adinata Syariah Zona Khas tahun 2024. Dukungan nyata dilakukan melalui kegiatan seperti Jateng Halal Fair 2024 dan Jateng Halal Festival 2025,” jelasnya.

Ke depan, lanjut Nyata, Jawa Tengah tengah mempersiapkan kawasan wisata ramah muslim, yang rencananya akan dicanangkan bersamaan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di provinsi ini.

“Ini akan menjadi terobosan bagi Jawa Tengah, yakni mengubah desa wisata menjadi desa wisata ramah muslim pertama di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghargaan dari KNEKS serta KDEKS terhadap komitmen Jawa Tengah dalam penguatan ekonomi syariah.

Ia menjelaskan, dengan mayoritas penduduk beragama Islam, wajar jika perputaran ekonomi di Jawa Tengah didominasi oleh aktivitas berbasis prinsip syariah.

“Gubernur Ahmad Luthfi sudah melihat dari sisi potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah. Karena itu, arah kebijakan 2027 menjadikan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Sumarno.

Pada akhir acara, KNEKS memberikan PIN Brand Ekonomi Syariah kepada Sekda Sumarno sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi syariah di daerahnya.

Langkah ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi terdepan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru