Selasa, 07 April 2026

Eksekusi Proyek Hilirisasi Dipercepat, Perintah Presiden Prabowo

Dirgahayu Ginting - Jumat, 07 November 2025 07:21 WIB
Eksekusi Proyek Hilirisasi Dipercepat, Perintah Presiden Prabowo
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan keterangannya usai menghadiri pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (6/11/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, untuk membahas percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi strategis dan proyek hilirisasi di berbagai sektor.

Dalam keterangan kepada media usai pertemuan, Menteri Rosan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan agar proyek hilirisasi yang telah dievaluasi secara menyeluruh dapat segera dijalankan.

“Arahan Pak Presiden, kalau yang sudah dilakukan evaluasi secara baik, secara benar, itu sudah bisa mulai dijalankan dulu. Jadi kalau misalnya dari 18 proyek sudah ada yang secara finansial, legal, administrasi, dan teknologi sudah oke, itu bisa segera dijalankan,” ujar Menteri Rosan.

Pembahasan ini menindaklanjuti kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Cilegon, di mana Kepala Negara meninjau proyek industri petrokimia Lotte Chemical. Menteri Rosan yang mendampingi Presiden menilai proyek tersebut sebagai contoh positif dari upaya hilirisasi.

“Kebetulan saya juga yang mendampingi Bapak ke Cilegon untuk Lotte Chemical. Dari itu Bapak melihat ini suatu hal yang positif. Jadi untuk hilirisasi yang sudah dipetakan, dicanangkan, kita melakukan evaluasi secara komprehensif keseluruhan,” jelas Rosan.

Menteri Rosan memastikan kesiapan pendanaan proyek strategis nasional berada dalam kondisi sangat baik.

“Kalau dari pendanaannya kita tidak ada masalah, kita mempunyai pendanaan yang sangat solid. Rating kami juga tinggi, Pefindo dan Fitch memberikan triple A, dan saya melaporkan ini kepada Bapak Presiden,” kata Rosan.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya percepatan proyek waste-to-energy, salah satu prioritas nasional. Saat ini, lebih dari 240 investor potensial dari luar negeri telah menunjukkan minat berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Rosan menjelaskan, tujuh daerah telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memulai proses bidding proyek waste-to-energy. Proses ini dijadwalkan dimulai pekan depan.

“Dari tujuh daerah itu, kesediaan lahannya sudah ada, sampahnya cukup, dan infrastrukturnya memadai, baik jalan maupun air. Jadi itu bisa kita proses lebih lanjut untuk tujuh daerah tersebut,” tutup Rosan.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan investasi strategis, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru