Jumat, 10 April 2026

Kota Bandung Raih Kunjungan Wisata Terbanyak dalam Lima Tahun, Inflasi Tetap Terkendali

Jumat, 07 November 2025 11:23 WIB
Kota Bandung Raih Kunjungan Wisata Terbanyak dalam Lima Tahun, Inflasi Tetap Terkendali
Infografis rilis perkembangan inflasi Kota Bandung bulan Oktober 2025 yang dipublikasikan BPS Kota Bandung. (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung merilis data terbaru terkait perkembangan inflasi, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), serta tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kota Bandung.

Hasilnya menunjukkan bahwa inflasi di Kota Bandung tetap terkendali, sementara sektor pariwisata mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kota Bandung, inflasi pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,46 persen (month-to-month/m-to-m).

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi di Jawa Barat (0,45 persen) dan nasional (0,28 persen).

Beberapa komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi bulan Oktober di antaranya emas perhiasan, jeruk, telur ayam ras, cabai merah, dan daging ayam ras.

Secara year-on-year (yoy), inflasi Kota Bandung berada di angka 2,53 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (2,63 persen) maupun nasional (2,86 persen).

Adapun inflasi year-to-date (ytd) periode Januari–Oktober 2025 mencapai 1,92 persen, juga lebih rendah dari Jawa Barat (2,03 persen) dan nasional (2,10 persen).

Dengan capaian ini, Kota Bandung menempati posisi terendah ketiga di Jawa Barat untuk inflasi tahunan dan kumulatif hingga Oktober 2025.

Kondisi ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah fluktuasi komoditas pangan dan logam mulia.

Selain menjaga stabilitas ekonomi, sektor pariwisata Kota Bandung juga menunjukkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), tercatat 1,896 juta perjalanan wisatawan nusantara menuju Kota Bandung pada September 2025, atau meningkat 7,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–September 2025 mencapai 17,76 juta perjalanan, naik 24,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, menandai kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi.

Kota Bandung kini menjadi daerah tujuan wisata utama kedua di Jawa Barat, dengan pangsa kunjungan sebesar 11,20 persen, berada di bawah Kabupaten Bogor yang menempati posisi pertama (14,76 persen).

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada September 2025 tercatat sebesar 50,90 persen. Meskipun mengalami penurunan sebesar 1,53 poin dibanding bulan sebelumnya dan 7,81 poin dibanding tahun lalu, tingkat hunian ini masih lebih tinggi dari rata-rata TPK Jawa Barat (36,33 persen) dan nasional (38,20 persen).

Capaian tersebut mencerminkan bahwa Kota Bandung tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan nusantara, sekaligus pusat pergerakan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Kinerja positif inflasi dan sektor pariwisata ini menegaskan bahwa kondisi ekonomi Kota Bandung tetap solid di tengah dinamika harga pangan dan komoditas emas pada Oktober 2025.

Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus menjaga kestabilan ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru