Bandung (buseronline.com) - Perekonomian Jawa Barat pada Triwulan III Tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 0,46 persen secara quarter to quarter (q-to-q), sementara secara year on year (y-on-y) tumbuh 5,20 persen, dan secara cumulative to cumulative (c-to-c) tumbuh 5,14 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan ini mengalami perlambatan dibandingkan dengan Triwulan II/2025 yang tumbuh sebesar 2,33 persen (q-to-q).
“Pertumbuhan ekonomi triwulan III/2025 lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Begitu pula secara y-on-y yang tumbuh 5,20 persen, sedikit lebih rendah dari triwulan II/2025 yang tumbuh 5,23 persen,” ujar Darwis dalam keterangan persnya, Rabu.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara q-to-q juga masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 1,43 persen.
“Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat pada triwulan III/2025 mencapai Rp461,90 T atas dasar harga konstan, atau Rp759,80 T atas dasar harga berlaku,” terangnya.
Darwis memaparkan, struktur ekonomi Jawa Barat pada triwulan ini masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, yang memberikan kontribusi tertinggi mencapai 40,94 persen dengan laju pertumbuhan sebesar 2,49 persen.
Sektor perdagangan berkontribusi sebesar 14,38 persen dengan pertumbuhan 0,32 persen, diikuti sektor pertanian sebesar 8,57 persen yang justru mengalami kontraksi 6,96 persen.
Sementara sektor konstruksi berkontribusi 8,39 persen dengan pertumbuhan 1,50 persen, dan transportasi berkontribusi 6,51 persen dengan pertumbuhan terkontraksi 1,42 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jawa Barat dengan kontribusi 65,15 persen, meski mengalami kontraksi 2,04 persen.
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 24,63 persen dan tumbuh 1,89 persen.
Konsumsi pemerintah tumbuh 5,23 persen dengan kontribusi 4,60 persen, sedangkan konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) berkontribusi 0,66 persen dan terkontraksi 3,84 persen.
Adapun net ekspor menyumbang 4,93 persen dengan pertumbuhan cukup tinggi yakni 9,42 persen.
“Sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terbesar pada triwulan III/2025 secara q-to-q menurut lapangan usaha berasal dari industri pengolahan sebesar 1,02 persen, sedangkan menurut pengeluaran dari net ekspor sebesar 1,07 persen,” tutup Darwis.
Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif ini menunjukkan daya tahan perekonomian Jawa Barat di tengah dinamika global, meskipun perlambatan pada sektor pertanian dan konsumsi rumah tangga menjadi catatan untuk kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar