Selasa, 07 April 2026

Peletakan Batu Pertama Kawasan Industri Pertanian Bekasi Ditegakkan, Menjadi Tonggak Pangan Mandiri

Dirgahayu Ginting - Kamis, 06 November 2025 11:23 WIB
Peletakan Batu Pertama Kawasan Industri Pertanian Bekasi Ditegakkan, Menjadi Tonggak Pangan Mandiri
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono bersama Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri peralatan pertanian Induk KUD Indonesia di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/11/2025). (Dok/Dis
Bekasi (buseronline.com) - Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan Peletakan Batu Pertama pembangunan dan renovasi kawasan industri peralatan pertanian Induk KUD, yang digelar di PT Shinta Group, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi, perwakilan Induk KUD Indonesia, tokoh masyarakat, dan pelaku industri.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai dimulainya pembangunan kawasan industri yang diharapkan menjadi pusat inovasi, produksi, serta pelatihan peralatan pertanian modern di Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah dan Induk KUD Indonesia. Menurutnya, kehadiran kawasan industri ini bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

“Dengan adanya industri pertanian ini akan ada penyerapan tenaga kerja yang cukup besar sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di wilayah kita,” ujar Asep.

Ia menambahkan, penerapan teknologi modern akan membantu meningkatkan efisiensi hasil pertanian.

“Kalau sebelumnya proses pengeringan hasil panen masih dilakukan manual, ke depan dengan adanya teknologi di sini, para petani akan merasakan kemudahan dan efisiensi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Wabup Asep menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri peralatan pertanian merupakan langkah penting dalam mendukung program kemandirian pangan nasional.

Ia berharap, Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi juga sebagai pusat inovasi pertanian modern berbasis teknologi.

“Kami ingin para petani bisa ikut menikmati kemajuan teknologi. Dengan adanya industri seperti ini, produktivitas dan kualitas hasil pertanian dapat meningkat, yang tentu akan berdampak pada kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas,” tambahnya.

Selain produksi, kawasan industri tersebut juga akan berfungsi sebagai pusat pelatihan dan pengembangan teknologi pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh petani, pelajar, dan pelaku UMKM di bidang agribisnis.

Fasilitas ini diharapkan mempercepat alih teknologi dan membuka peluang kerja baru di berbagai sektor.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi besar menuju kemandirian ekonomi berbasis koperasi dan teknologi.

“Hari ini kita bukan hanya meletakkan batu fisik, tetapi juga batu fondasi impian besar membangun kawasan industri terintegrasi antara pertanian, kelistrikan, dan mesin-mesin air mineral,” kata Ferry.

Ia mengungkapkan, selama ini rantai pasok pertanian kerap terputus karena kurangnya dukungan peralatan dan teknologi modern bagi petani. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi bersama Induk KUD Indonesia membangun kawasan industri terpadu seluas 51 hektare yang akan dibagi menjadi tiga zona utama:

1. Zona pertama: industri pertanian, kelistrikan, dan air mineral;

2. Zona kedua: pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI);

3. Zona ketiga: fokus pada pengembangan drone dan teknologi cerdas lainnya.

Selain memperkuat sektor pertanian, Ferry menegaskan pembangunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Setiap produk yang dihasilkan ditargetkan memiliki komponen TKDN antara 20 hingga 40 persen. Ini bukti bahwa kita ingin mandiri, tidak lagi bergantung pada impor,” tegasnya.

Dengan dimulainya pembangunan kawasan industri peralatan pertanian ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempercepat langkah menuju kemandirian pangan, meningkatkan daya saing pertanian nasional, dan membuka jalan menuju ekonomi yang lebih berkeadilan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru