Semarang (buseronline.com) - Program Mudik dan Balik Rantau Gratis yang rutin diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah selalu menjadi program yang dinantikan masyarakat.
Antusiasme warga begitu tinggi, bahkan untuk rencana pelaksanaan tahun 2026, ribuan orang sudah mulai mendaftarkan diri sebagai peserta.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 yang digelar di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa.
Rapat dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain perwakilan pemerintah daerah se-Jawa Tengah, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, sektor swasta, serta paguyuban masyarakat.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan inisiatif Pemprov Jateng dalam memfasilitasi mobilitas warga rantau.
“Animo masyarakat sangat tinggi, terutama untuk tujuan Sukoharjo, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan Soloraya. Saat ini sudah ada 1.927 orang yang mendaftar sebagai peserta,” ungkap Leles.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendorong masyarakat agar memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya, mengingat jumlah kuota yang terbatas.
“Kapasitasnya terbatas, sementara peminatnya sangat besar. Jangan sampai sudah mendaftar tapi tidak jadi berangkat. Kami harap masyarakat bisa menyiapkan diri dengan baik,” ujar Sumarno.
Lebih lanjut, Sumarno menegaskan bahwa pelaksanaan Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya evaluasi dari pengalaman pelaksanaan terdahulu agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
“Aktivitas para pemudik tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Transaksi ekonomi yang terjadi selama masa mudik turut mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Karena itu, setiap masukan dan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya perlu diperhatikan untuk penyempurnaan di tahun 2026,” pungkasnya.
Program Mudik dan Balik Rantau Gratis merupakan salah satu bentuk komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, sekaligus menjaga tradisi mudik sebagai momen penting bagi masyarakat perantau untuk kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan terjangkau. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar