Senin, 06 April 2026

Kampus Berdampak dan Riset Kolaboratif, Dorongan Kemdiktisaintek untuk SDM Unggul

Dirgahayu Ginting - Senin, 03 November 2025 11:23 WIB
Kampus Berdampak dan Riset Kolaboratif, Dorongan Kemdiktisaintek untuk SDM Unggul
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan arah kebijakan penguatan “Kampus Berdampak” dalam Rakerpim Perguruan Tinggi se-Jawa Timur LLDikti Wilayah VII di Malang, Jumat (31/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Malang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmen untuk mewujudkan “Kampus Berdampak” melalui penguatan riset unggulan, kolaborasi lintas kampus, serta peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur yang berada di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, bertempat di Malang, Jumat.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan dan sinergi antarkampus untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global.

“Kampus, terutama Perguruan Tinggi Swasta, perlu terus dibantu agar mampu melahirkan lulusan yang unggul dan inovatif. Kita perlu terobosan dan resource sharing agar sistem pendidikan tinggi semakin efisien dan berdampak,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional melalui penguatan tata kelola pendidikan tinggi dan kolaborasi strategis antara kampus dengan dunia industri.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VII, Dyah Sawitri, menyampaikan bahwa pihaknya bertekad menjadikan perguruan tinggi di Jawa Timur sebagai agen perubahan yang mampu menghasilkan inovasi, melakukan hilirisasi riset, serta mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Harapan kami, riset tidak berhenti di perpustakaan, tapi mampu berkontribusi nyata bagi penguatan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Melalui riset unggulan, kita ingin mewujudkan kampus berdampak dan Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Dyah Sawitri.

LLDikti Wilayah VII dalam kesempatan ini juga mendorong kolaborasi riset lintas kampus, penerapan Learning Management System (LMS) bersama, dan digitalisasi layanan akademik, termasuk rencana penerapan ijazah digital.

Selain itu, perguruan tinggi diimbau memperbarui sistem pembelajaran dan memperkuat kemitraan dengan industri agar hasil riset dapat diimplementasikan langsung di masyarakat dan dunia usaha.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap pelaporan dan tata kelola mutu, LLDikti VII turut memberikan Anugerah Kampus Unggulan 2025 kepada sejumlah kampus berprestasi di wilayahnya.

Rakerpim ini menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi dalam menciptakan SDM unggul.

Dengan semangat Kampus Berdampak, Kemdiktisaintek optimistis pendidikan tinggi di Indonesia akan menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru