Senin, 06 April 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Genjot Peran UMKM Batik Sragen dalam Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 01 November 2025 11:09 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Genjot Peran UMKM Batik Sragen dalam Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau aktivitas para perajin batik saat meresmikan UMKM Batik Windasari di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu (30/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Sragen (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) batik di Kabupaten Sragen agar terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis budaya lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi saat meresmikan UMKM Batik Windasari, di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa industri batik bukan sekadar sektor kreatif, tetapi juga sumber penghidupan bagi ribuan warga Sragen dan sekitarnya.

“Kami hari ini bangga sekali, baru pertama kali saya meresmikan UMKM batik. Karena kita tahu, batik bukan hanya pakaian, tapi warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Luthfi.

Menurutnya, langkah pemilik Batik Windasari, Wiwin, yang mengumpulkan para perajin dalam satu lokasi produksi, merupakan contoh baik. Selain menjaga warisan budaya, upaya itu juga menggerakkan perekonomian daerah.

Gubernur menilai, kehadiran usaha seperti Batik Windasari menunjukkan bahwa ekonomi rakyat berbasis budaya mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah tantangan global.

Ia berharap sektor batik terus diperkuat dengan dukungan pemerintah melalui akses permodalan, pelatihan, dan promosi.

“Semoga dengan diresmikannya UMKM ini, bisa menambah khasanah UMKM kita serta memberikan kesejahteraan bagi perusahaan dan para karyawannya,” ucap Luthfi.

Luthfi juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran dan promosi agar batik Sragen tetap eksis dan bersaing di tengah perubahan pasar. Ia mendorong agar lebih banyak event khusus batik digelar, tanpa mencampur dengan produk lain.

“Saya minta sering-sering diadakan event khusus batik. Kalau UMKM jualan batik semua, kita bisa bersaing. Masing-masing kabupaten dan kota punya karakter batik yang berbeda, ini kekayaan luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menyebutkan bahwa 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki karakteristik batik yang unik dan menarik. Jika difasilitasi dengan baik, sektor UMKM batik dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Tengah.

Sementara itu, pemilik Batik Windasari, Wiwin, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap pelestarian batik tulis Sragen.

Menurutnya, Batik Windasari kini menjadi salah satu sentra batik tulis yang menampung puluhan perajin dari berbagai desa sekitar dan membuka lapangan kerja bagi banyak perempuan di pedesaan.

Salah satu perajin, Waginem (58), yang sudah tiga dekade membatik, mengaku penghasilannya bergantung pada jumlah pesanan.

“Upah membatik kadang banyak, kadang sedikit, tergantung pesanan. Kalau harian sekitar Rp40 ribu. Semoga batik lancar terus dan bisa diteruskan anak cucu,” ujarnya.

Senada, perajin lain, Siti Rohani asal Desa Gedongan, menjelaskan bahwa sistem kerja di Batik Windasari memberi pilihan antara upah borongan atau harian.

“Kalau borongan sepotong batik bisa Rp300 ribu, kalau harian Rp40 ribu. Gajian tiap Sabtu. Harapannya batik terus maju, dan karyawan dapat upah yang lebih baik,” ungkapnya.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Gubernur Ahmad Luthfi optimistis bahwa Jawa Tengah dapat menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis batik dan budaya, sekaligus menjadikan Sragen sebagai salah satu ikon penggerak ekonomi rakyat di sektor batik. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru