Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya mempercepat pelaksanaan program strategis di bidang sumber daya air (SDA) dan infrastruktur daerah, Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dr Deni Lumbantoruan MEng, melakukan audiensi ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Kamis.
Wakil Bupati Taput diterima langsung oleh Desi Meriana, selaku Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Bidang Fasilitasi Infrastruktur Daerah Jalan dan Jembatan/Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda, di Gedung Ditjen SDA Kementerian PUPR, Jakarta.
Kegiatan audiensi ini merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas di bidang sumber daya air dan pembangunan infrastruktur dasar.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Deni menyerahkan proposal resmi dari Perumda Air Minum Mual Natio, yang berisi sejumlah usulan strategis untuk peningkatan layanan air bersih di wilayah Taput.
Beberapa hal yang dibahas meliputi:
- Rencana pemindahan intake dan pipa transmisi sejauh 500 meter ke hulu Aek Butar guna menjaga kontinuitas pasokan air baku.
- Penyusunan kajian pembangunan tangkapan air (dam) di sekitar lokasi intake sebagai upaya memperkuat ketahanan air baku terutama saat musim kemarau.
- Peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Aek Butar dari 50 liter per detik menjadi 70 liter per detik, guna menyesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan air masyarakat.
- Pembangunan reservoir (tandon cadangan) di kawasan Jalan Sibolga untuk memperkuat sistem distribusi dan menjaga stabilitas suplai air bersih.
Pihak Ditjen SDA Kementerian PUPR menyambut baik inisiatif Pemkab Taput tersebut dan menyampaikan bahwa telah tersedia alokasi anggaran sekitar Rp2 M untuk kegiatan rehabilitasi jaringan air di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Pemerintah Daerah diminta untuk segera menyiapkan Dokumen Detail Engineering Design (DED) pemindahan intake, melengkapi administrasi aset Barang Milik Negara (BMN), serta menyusun data sumber dan sambungan air di wilayah Tarutung dan Jalan Sibolga secara lebih rinci sebagai dasar verifikasi teknis lanjutan,” jelas Desi Meriana dalam pertemuan tersebut.
Usai audiensi dengan Ditjen SDA, Wabup Deni Lumbantoruan melanjutkan kunjungannya ke Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID), juga di lingkungan Kementerian PUPR.
Dalam kesempatan ini, dibahas peluang pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Tapanuli Utara.
Pihak PFID mendorong agar Pemerintah Kabupaten Taput menyusun proposal sesuai readiness criteria dan menyesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional, sehingga peluang penerimaan DAK dapat lebih optimal pada tahun anggaran mendatang.
Audiensi ini menjadi bukti komitmen Pemkab Tapanuli Utara dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, terutama dalam penyediaan air bersih, jalan, dan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen mempercepat program strategis di bidang SDA dan infrastruktur daerah melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat. Harapannya, masyarakat Taput dapat segera merasakan manfaat pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” ujar Wakil Bupati Deni Lumbantoruan usai pertemuan.
Dengan koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan keseriusannya dalam menghadirkan pembangunan yang berdaya guna, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Galung)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar