Senin, 06 April 2026

Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Tembus Rp361,36 T dalam 10 Tahun

Dirgahayu Ginting - Kamis, 23 Oktober 2025 12:16 WIB
Realisasi Penyaluran KUR di Jawa Tengah Tembus Rp361,36 T dalam 10 Tahun
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah dalam acara Akad Massal KUR bagi pelaku UMKM se-Indonesia yang digelar secara daring di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (21/10/2025). (Dok/H
Semarang (buseronline.com) - Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencapai Rp361,36 T dengan total 10,31 juta debitur. Sepanjang tahun 2025, mulai Januari hingga 9 Oktober, tercatat 667.067 debitur telah melakukan akad dengan nilai mencapai Rp34,73 T.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Acara Akad Massal KUR bagi 800.000 pelaku UMKM se-Indonesia, yang dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Didampingi Sekda Jateng Sumarno dan Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro, Gubernur Luthfi mengikuti kegiatan tersebut secara daring bersama sekitar 800 debitur di Grhadika Bhakti Praja Semarang.

Menurut Luthfi, program KUR merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui KUR, pemerintah mendorong perbankan menyalurkan kredit dengan suku bunga rendah agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan berdaya saing.

“Dengan biaya bunga yang rendah, bank-bank ikut menggerakkan ekonomi di basis mikro, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Saat ini terdapat sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karena itu, Pemprov Jateng terus berupaya memberikan dukungan permodalan, pembinaan, dan pendampingan usaha.

“Kalau mereka berkembang, maka secara tidak langsung akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” tambahnya.

Selain menggerakkan ekonomi lokal, keberadaan UMKM juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, baik bagi pelaku usaha sendiri maupun masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, penyaluran KUR di Jawa Tengah mencakup beberapa jenis dan skema pembiayaan, yaitu:

- KUR Supermikro dengan plafon maksimal Rp20 juta untuk usaha ultra mikro atau pemula.

- KUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp10 juta hingga Rp100 juta bagi usaha kecil yang ingin berkembang.

- KUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp100 juta hingga Rp500 juta untuk usaha yang sudah tumbuh.

- KUR Pekerja Migran bagi calon pekerja migran untuk modal kerja dan pelatihan.

- KUR Khusus bagi kelompok usaha klaster produktif, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM sektor lainnya, dengan plafon hingga Rp500 juta per anggota.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengungkapkan hingga 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan Rp4,438 T atau 64 persen dari total alokasi Rp7 T.

Secara kumulatif, Bank Jateng juga telah menyalurkan KUR kepada 83.913 debitur dengan nilai total Rp10,327 T, dengan tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah hanya sekitar 1 persen.

“Pada akad massal KUR kali ini, Bank Jateng menghadirkan 800 debitur dari seluruh Jawa Tengah, terdiri dari 555 debitur KUR Kecil, 230 KUR Mikro, dan 15 KUR Super Mikro,” ujar Irianto.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan, diharapkan program KUR mampu memperkuat struktur ekonomi rakyat serta mempercepat transformasi UMKM menjadi sektor unggulan di Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru