Minggu, 12 April 2026

Sinergi Pemprov Jateng dan BKHIT Diharapkan Dongkrak Ekspor Produk Unggulan

Selasa, 21 Oktober 2025 12:16 WIB
Sinergi Pemprov Jateng dan BKHIT Diharapkan Dongkrak Ekspor Produk Unggulan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) berbincang dengan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah Willy Indra Yunani (kanan) saat audiensi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (20/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah guna meningkatkan ekspor produk unggulan daerah.

Dalam waktu dekat, Jateng akan melepas ekspor besar-besaran untuk produk hewan, ikan, dan tumbuhan ke berbagai negara tujuan.

Kepala BKHIT Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap peningkatan ekspor sangat besar, terutama terhadap produk-produk tersertifikasi.

“Beliau sangat concern terhadap produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai Karantina Jateng nanti akan ada kegiatan Go Export yang akan dilepas langsung oleh Gubernur dan Kepala Badan, agendanya awal November 2025,” ujar Willy seusai beraudiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin.

Menurut Willy, potensi ekspor dari sektor hewan, ikan, dan tumbuhan di Jawa Tengah sangat besar dan terus menunjukkan tren peningkatan. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan beberapa negara Asia serta Eropa lainnya.

Berdasarkan data BKHIT, jumlah sertifikasi ekspor di Jawa Tengah pada periode Januari–September 2025 tercatat 448 sertifikat karantina hewan, 2.548 sertifikat karantina ikan, dan 15.809 sertifikat karantina tumbuhan.

Untuk komoditas unggulan karantina hewan, produk utama yang diekspor meliputi sarang burung walet sebanyak 35.386 kilogram senilai Rp1,27 T, dengan 14 negara tujuan ekspor termasuk China, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Selain itu, terdapat pula komoditas bulu bebek, kulit kambing, dan minyak jelantah.

Sementara itu, untuk sektor ikan, produk unggulan ekspor meliputi cumi-cumi, udang, layur, tuna, rajungan, dan rumput laut. Sedangkan dari sektor tumbuhan, komoditas unggulan mencakup kayu olahan, kayu albasia, sengon, veneer, kayu lapis, serta bunga melati segar.

“Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan, hampir setiap hari ada pengiriman produk segar seperti cumi, udang, dan ikan ke negara tujuan yang tersertifikasi,” tambah Willy.

Ia juga menegaskan bahwa ekspor produk Jawa Tengah ke Amerika Serikat tidak banyak terpengaruh oleh kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump.

“Ekspor ke Amerika itu banyak berupa kayu olahan dan furnitur. Permintaan tetap tinggi karena Amerika membutuhkan produk-produk mebel dari Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi capaian positif sektor ekspor tersebut. Ia menyebut bahwa di tengah tantangan global, kinerja ekspor Jateng masih cukup baik, terutama untuk produk hasil hewan, ikan, dan tumbuhan.

“Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina terus kita dorong agar ekspor produk unggulan semakin meningkat dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” kata Luthfi.

Dengan penguatan kerja sama ini, diharapkan ekspor dari Jawa Tengah dapat terus tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru