Brebes (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menunjukkan dukungannya terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dengan memborong produk-produk khas Kabupaten Brebes.
Aksi ini dilakukan saat Nawal hadir di GOR Al-Hikmah 1, Yayasan Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Kecamatan Sirampok, Kabupaten Brebes, Senin.
Kegiatan ini bertepatan dengan kehadirannya sebagai pembicara dalam Stadium General STIT Al Hikmah bertajuk “Peran Perempuan dalam Pembentukan Generasi Unggul.”
Sebelum memberikan materi, Nawal mengunjungi lima stand UMKM lokal yang berada di lokasi. Didampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, ia melihat-lihat berbagai makanan ringan dan olahan khas daerah, kemudian memborong produk dari setiap stan.
Aksi Nawal disambut gembira oleh para pelaku UMKM. Salah satunya, Ika Muhsoni, pelaku usaha perempuan dari Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, yang menjual gula Jawa dan cimplung talas.
“Produk yang diborong banyak, empat paket, dua gula Jawa dan dua cimplung talas. Senang, Alhamdulillah, habis diborong Bu Wagub,” kata Ika.
Ia menjelaskan bahwa usaha yang dijalankannya merupakan usaha turun-temurun dari kakeknya. Produk yang dijual meliputi cireng, gula Jawa, cimplung talas, cimplung kelapa, dan lain-lain.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni, menyampaikan apresiasi kepada Nawal yang telah melarisi produk UMKM binaan Pemkab Brebes. Salah satu stan yang dikunjungi Nawal, Lapakmane, menyediakan berbagai makanan ringan dan sayuran.
“Bu Wagub tadi borong banyak sekali, ada bawang goreng, bawang goreng usus, banana chip, basreng, kerupuk telur asin,” beber Lusiana. Lapakmane yang didirikan pada 2021, menjadi wadah pemberdayaan UMKM Brebes, dengan kegiatan mulai dari pelatihan hingga promosi produk.
Nawal menekankan bahwa potensi Brebes, seperti bawang, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif. TP PKK Jateng siap mendukung melalui pelatihan usaha yang menggandeng Baznas, mencakup tata boga, keterampilan ekonomi kreatif, digital marketing, dan lain-lain.
“UMKM bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha. Pendampingan harus mencakup izin PIRT, sertifikasi halal, pemasaran, dan inovasi produk,” tegas Nawal.
Dengan dukungan dan perhatian ini, diharapkan UMKM lokal Brebes semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar