Senin, 06 April 2026

Ahmad Luthfi Resmikan Desa Tersono Batang sebagai Desa Mandiri Pengelola Sampah

Dirgahayu Ginting - Selasa, 07 Oktober 2025 12:23 WIB
Ahmad Luthfi Resmikan Desa Tersono Batang sebagai Desa Mandiri Pengelola Sampah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau proses pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Terintegrasi (TPSTT) “Bumi Hijau” Desa Tersono, Kabupaten Batang, Senin (6/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Batang (buseronline.com) - Desa Tersono, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, resmi menjadi contoh desa mandiri dalam pengelolaan sampah, setelah diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan Terintegrasi (TPSTT) “Bumi Hijau” oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin.

TPSTT “Bumi Hijau” berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dan melayani tujuh desa di Kecamatan Tersono, termasuk tiga pasar utama — Pasar Tersono, Limpung, dan Bawang. Fasilitas ini menjadi model pengelolaan sampah terpadu dengan sistem ramah lingkungan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam operasionalnya, sampah organik diolah menjadi pakan maggot dan pupuk kompos hanya dalam waktu 12–15 hari, sedangkan sampah plastik dihancurkan menggunakan incinerator mini berbasis teknologi hidrogen yang hemat bahan bakar.

Kepala Desa Tersono, Abdul Mukti, menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah ini telah berjalan dua hingga tiga bulan, dengan warga dilibatkan langsung dalam pemilahan dan pengumpulan sampah dari rumah masing-masing.

“Setiap rumah iuran Rp15.000 per bulan. Petugas mengambil sampah dua kali seminggu. Sosialisasinya dibantu mahasiswa KKN, jadi masyarakat mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik,” ujar Mukti.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan program ini terletak pada kemauan dan partisipasi warga, yang mulai memahami nilai ekonomi dan lingkungan dari pengelolaan sampah mandiri.

Salah seorang warga, Tin, mengaku antusias dengan adanya TPSTT ini.

“Kami jadi lebih sadar pentingnya memilah sampah. Iurannya cuma Rp15 ribu, tapi manfaatnya besar yaitu lingkungan jadi bersih, udara lebih segar,” ujarnya.

Menurutnya, ke depan sampah organik akan diolah menjadi pelet atau pupuk, sementara plastik bisa dimanfaatkan untuk produk kreatif seperti vas bunga atau sandal.

Sementara itu, Bupati Batang Faiz Kurniawan menyebut TPSTT “Bumi Hijau” Tersono sebagai model percontohan pengelolaan sampah tingkat desa. Ia mengapresiasi peran masyarakat yang mandiri tanpa harus menunggu program besar dari pemerintah kabupaten.

“Kami berharap desa-desa lain juga mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan sampah di wilayahnya. Apalagi Batang sedang tumbuh pesat secara industri,” ujarnya.

Faiz menambahkan, pada tahun 2027–2028 akan ada sekitar 32 pabrik di Batang Industrial Park yang beroperasi penuh, menyerap 100–125 ribu tenaga kerja, sehingga potensi timbulan sampah akan meningkat drastis.

“Kalau dari sekarang tidak disiapkan, kita bisa kewalahan,” tegasnya.

Ia juga menyebut, dukungan pemerintah provinsi dan kementerian sudah tampak, di antaranya dengan rencana pembangunan TPST regional di Gringsing berkapasitas 100 ton per hari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi langkah inovatif warga Tersono dalam mengubah permasalahan sampah menjadi peluang ekonomi.

“Kalau semua desa melakukan hal yang sama, sampah tidak akan jadi beban besar di TPA. Kita tahu anggaran terbatas, jadi desa harus kreatif dan mandiri seperti Tersono,” tegasnya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah menjadikan Tersono sebagai model percontohan dan mendorong desa lain untuk belajar ke sana.

“Indonesia pada 2029 ditargetkan bebas TPA open dumping. Jateng juga harus bergerak cepat,” ujar Luthfi.

Menurutnya, keberadaan TPSTT Bumi Hijau tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal.

“UMKM di sekitar sini ikut tumbuh. Ini bukti bahwa program lingkungan bisa memberi efek ekonomi nyata. Semoga Batang makin maju, bersih, dan profesional dalam pengelolaan lingkungan,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru