Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi guna menekan laju inflasi di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Luthfi dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin.
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan instansi vertikal untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Dalam arahannya, Luthfi menegaskan bahwa kebijakan pengendalian inflasi di Jawa Tengah sejauh ini telah berjalan baik, namun perlu terus ditingkatkan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat.
“Kita keroyok bareng-bareng. Polda juga harus aktif. Ini bukan cuma angka inflasi, tapi soal perut rakyat,” tegasnya.
Berdasarkan data TPID Jawa Tengah, tingkat inflasi pada September 2025 tercatat 2,65 persen (year on year), sementara secara bulanan (month to month) mencapai 0,21 persen.
Harga sejumlah bahan pokok di pasar masih relatif stabil. Harga beras medium dijual Rp13.407 per kilogram, sedikit di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP). Cabai rawit merah tercatat Rp32.333/kg, atau 43,28 persen di bawah HAP sebesar Rp57.000.
Sementara itu, minyak goreng curah mengalami kenaikan menjadi Rp17.791 per liter, dan Minyakita stabil di Rp16.326 per liter. Telur ayam ras dijual Rp28.333/kg (di bawah HAP Rp30.000), sedangkan daging ayam ras tercatat Rp38.019/kg, juga masih di bawah HAP Rp40.000.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti kenaikan sejumlah komoditas dan meminta PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), BUMD pangan milik provinsi, untuk memperkuat pasokan dan penetrasi pasar.
“Bantu stabilkan harga, tambah armadanya, masuk ke pasar-pasar yang jadi langganan inflasi,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, pemerintah tidak akan menoleransi praktik mafia pangan yang berpotensi memperburuk kondisi harga.
“Kalau ada yang sengaja menahan barang dan bikin harga naik, saya minta ditindak. Kalau tak bisa, serahkan ke Polda. Ini hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Berbagai langkah strategis terus dilakukan Pemprov Jawa Tengah, di antaranya Gerakan Petani Peduli Inflasi Cabai di Kabupaten Magelang pada 22 September 2025, serta Gerakan Pangan Murah yang telah digelar di ribuan titik di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Jateng berharap stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar