Selasa, 07 April 2026

Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Fokus Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan, dan Pendidikan

Dirgahayu Ginting - Senin, 29 September 2025 12:05 WIB
Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Fokus Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan, dan Pendidikan
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, pada Senin (29/9/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui program strategis di bidang koperasi, perumahan, perikanan, pertanian, hingga pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Senin.

Presiden Prabowo menyampaikan, pemerintah telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Dengan keanggotaan otomatis bagi seluruh penduduk desa, koperasi ini akan mempercepat distribusi barang, menyerap produksi rakyat, sekaligus menghadirkan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.

“Jadi dia akan dapat barang-barang dengan harga yang semurah-murah yang kita bisa capai. Kita percepat mata rantai distribusi. Semua produksi mereka kita bisa serap,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam sektor perumahan, pemerintah meningkatkan kuota serta fasilitas pembiayaan hingga menyentuh 350 ribu penerima. Presiden menegaskan pembangunan ratusan ribu rumah akan segera berjalan dengan memanfaatkan tanah-tanah negara yang belum digunakan secara maksimal.

“Kita akan membangun ratusan ribu rumah. Memang ini tidak bisa seketika, tapi dalam minggu-minggu akan datang, bulan-bulan mendatang, kita akan perlihatkan, membuktikan kepada rakyat. Kita serius,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pembangunan kawasan pesisir. Program 100 desa nelayan yang telah berjalan ditargetkan meningkat menjadi 2.000 desa nelayan pada tahun depan, guna meningkatkan kesejahteraan 16 juta jiwa nelayan beserta keluarganya.

Program ini meliputi pembangunan fasilitas pendukung seperti pabrik es, dermaga, hingga cold storage. Di Papua, uji coba desa nelayan terbukti mampu meningkatkan penghasilan nelayan hingga 60–100 persen.

“Kita akan bangun 20 ribu hektare tambak di Pantura Jawa Barat sebagai awal. Ini akan membuka 130 ribu lapangan kerja,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan keberhasilan pemerintah mencetak sawah baru seluas 480 ribu hektare, dengan 280 ribu hektare di antaranya telah rampung. Hasilnya, produksi beras Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Karena itu saya sudah mengalokasikan 100 gudang baru untuk Bulog. Masing-masing di tanah sekitar 5 hektare, gudang modern,” ujar Prabowo.

Di bidang pendidikan, pemerintah menekankan peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru non-ASN yang kini menerima tunjangan langsung ke rekening tanpa potongan.

Selain itu, pemerintah membangun 20 Sekolah Unggul Garuda, 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi, 6 SMA Taruna Nusantara, serta merencanakan 20 politeknik di daerah tertinggal. Hingga kini, sekolah rakyat telah berdiri di 165 titik dan ditargetkan mencapai 500 titik di seluruh Indonesia.

“Pendidikan adalah fondasi utama. Kita ingin anak-anak bangsa tidak hanya unggul dalam intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap bersaing di masa depan,” kata Presiden.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah serius menghadirkan pembangunan nyata bagi rakyat, khususnya dalam aspek ekonomi, perumahan, dan pendidikan. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru