Selasa, 07 April 2026

Ketersediaan Beras Premium dan SPHP di Pasar Bandung Tetap Terjaga

Dirgahayu Ginting - Jumat, 05 September 2025 12:09 WIB
Ketersediaan Beras Premium dan SPHP di Pasar Bandung Tetap Terjaga
Pedagang menata karung beras di salah satu kios Pasar Tradisional Kota Bandung. (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan berbagai jenis beras, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, hingga beras khusus, tetap terjaga baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, saat melakukan peninjauan di Pasar Sederhana dan ritel Borma, Selasa.

“Dari hasil monitoring kami, stok beras tersedia. Di pasar tradisional harga termurah Rp13.500 dan tertinggi Rp18.000. Saat ini sedang panen sehingga pasokan akan semakin stabil,” kata Ronny.

Menurut Ronny, beras SPHP dari Bulog telah masuk ke sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Kiaracondong, Gedebage, Sederhana, Ujungberung, Cibogo, Gegerkalong, dan Kosambi. Di ritel modern, SPHP juga tersedia sebagai alternatif bagi masyarakat.

“Beras premium di Borma juga ada. Bulog akan menambah ketersediaan dalam waktu dekat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Ronny menegaskan, selain SPHP yang lebih terjangkau, beras premium tetap menjadi pilihan utama masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp74.500 per 5 kilogram. Adapun beras khusus, seperti pandan wangi atau beras dengan tambahan vitamin, memang memiliki harga lebih tinggi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong.
“Belanja sesuai kebutuhan saja, baik di pasar tradisional maupun ritel. Ketersediaan beras aman,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPD Aprindo Jawa Barat, Yudi Hartanto, menjelaskan kekosongan rak beras di sejumlah ritel akhir pekan lalu hanya disebabkan keterlambatan distribusi.

“Sabtu biasanya tidak ada pengiriman dari gudang ke toko. Akibatnya Minggu sempat kosong. Senin rak sudah kembali terisi,” jelasnya.

Untuk sementara, sejumlah ritel membatasi pembelian maksimal dua kemasan per konsumen agar distribusi lebih merata.

“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan agar masyarakat merasa tenang. Setelah panen raya, pasokan dari penggilingan lancar, pembelian bisa kembali normal,” tutur Yudi.

Dengan demikian, Pemkot Bandung bersama Bulog dan Aprindo memastikan pasokan beras di kota ini tetap aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru