Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemdiktisaintek) terus mendorong Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) untuk mengoptimalkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sebagai aset strategis dalam memperkuat kemandirian, tata kelola transparan, serta daya saing pendidikan tinggi di Indonesia.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Optimalisasi Pengelolaan Aset BMN PTN BH yang digelar Kamis di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), rektor, serta wakil rektor bidang aset dari 23 PTN BH di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum awal membangun sinergi antara Kemdiktisaintek sebagai pengguna aset dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan sebagai pengelola BMN.
“Melalui pertemuan ini diharapkan ada kesepahaman. Kami mendorong setiap PTN BH memiliki peraturan rektor tentang aset, terbentuk forum, serta pola kerja sama yang sinergis dengan DJKN,” ujar Khairul.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menambahkan bahwa PTN BH memiliki peran strategis sebagai ujung tombak kemandirian kampus di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan aset harus dimaksimalkan untuk mendukung pendidikan tinggi dan riset.
“PTN BH adalah panutan kemandirian. Selain mengoptimalkan kekayaan intelektual, aset fisik juga harus dimanfaatkan secara strategis. Tantangan memang ada, tetapi ini langkah penting untuk mewujudkan perguruan tinggi berdaya saing,” tegas Menteri Brian.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban, menekankan pentingnya melihat BMN sebagai aset strategis, bukan sekadar inventaris.
“BMN harus dipandang sebagai aset bernilai yang dikelola secara profesional agar dapat mendukung keberlanjutan pendanaan perguruan tinggi,” kata Rionald.
Sinergi Kemdiktisaintek, DJKN, dan PTN BH diharapkan mampu memperkuat kemandirian perguruan tinggi negeri berbadan hukum sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang transparan, inovatif, dan kompetitif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar