Bogor (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin serangkaian rapat intensif bersama jajaran menteri dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, rapat berlangsung sejak siang hari hingga malam dengan membahas berbagai isu strategis mulai dari pertanian, tambang, hingga investasi nasional.
“Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat secara maraton bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang,” kata Seskab Teddy.
Menurut Teddy, pertemuan pertama dihadiri para direktur utama BUMN sektor pertanian dan perkebunan. Agenda utama membahas pemanfaatan lahan, termasuk lahan tak berizin, agar bisa segera dikelola untuk kepentingan negara.
“Fokus pembahasan adalah pengelolaan lahan pertanian, perkebunan, dan pemanfaatan lahan yang belum berizin supaya dapat dipergunakan secara optimal,” ujarnya.
Selanjutnya, Presiden Prabowo memimpin rapat kedua yang menghadirkan jajaran direksi BUMN sektor pertambangan. Pertemuan ini membicarakan soal izin usaha hingga pengelolaan sumber daya tambang strategis.
“Isu yang dibahas antara lain menyangkut tambang nikel, emas, timah, serta komoditas tambang lainnya,” jelas Teddy.
Rangkaian rapat ditutup dengan pertemuan terbatas bersama sejumlah menteri. Diskusi tersebut menyoroti kondisi perekonomian terkini sekaligus arah kebijakan investasi nasional.
“Rapat terakhir membahas perkembangan ekonomi dan strategi investasi yang menjadi prioritas pemerintah ke depan,” kata Teddy.
Dalam rapat maraton ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Rangkaian rapat di Hambalang ini memperlihatkan komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat langkah strategis pemerintah, terutama dalam memperkuat sektor pangan, energi, dan investasi yang menjadi fondasi pembangunan nasional. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar