Batang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh bupati dan wali kota di 35 daerah untuk meningkatkan pemasukan daerah melalui sektor investasi.
Luthfi menginstruksikan agar setiap wilayah memiliki kawasan khusus untuk penanaman modal demi mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Instruksi tersebut disampaikan Luthfi seusai upacara HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus Industripolis Batang, Selasa.
Berkaca pada keberhasilan investasi di Kabupaten Batang yang mencapai Rp2,68 T pada semester pertama 2025, Luthfi menekankan pentingnya pengembangan kawasan industri di daerah lain.
“Hari jadi ke-80 Jateng di KIT Batang, karena ke depan tidak hanya swasembada pangan yang menjadi potensi wilayah Jawa Tengah, tetapi juga harus ditunjang investasi. Investasi di Jawa Tengah yang paling prioritas adalah kawasan industri,” ujar Luthfi.
Gubernur menjelaskan, pengembangan kawasan industri memudahkan investor dan menjadi miniatur peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kita punya delapan kawasan industri. Saya imbau para bupati dan wali kota untuk segera mengajukan kawasan industri yang bisa menjadi kewenangan provinsi,” imbuhnya.
Selain itu, Ahmad Luthfi memaparkan capaian kinerja enam bulan kepemimpinannya. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah meningkat dari 4,98 persen menjadi 5,28 persen di triwulan II 2025, sedangkan tingkat kemiskinan turun dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. Realisasi investasi semester I 2025 mencapai Rp45,58 T, menyerap 222.373 tenaga kerja, tertinggi di Pulau Jawa.
Sejumlah program unggulan juga terealisasi, antara lain:
Insentif penghafal kitab dan pengajar agama.
Pengembalian status bandara internasional Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Boyolali.
Beasiswa luar negeri untuk 100 mahasiswa bekerja sama dengan 44 perguruan tinggi.
Program desalinasi air.
Di bidang pendidikan, APBD 2025 dialokasikan sebesar Rp9,355 T untuk renovasi 322 sekolah, pembangunan 10 sekolah baru, beasiswa untuk 15.000 siswa miskin, 1.100 siswa tidak sekolah, dan kemitraan sekolah swasta untuk siswa kurang mampu.
Sementara itu, di bidang kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Mata Daerah Soepardjo Roestam, beasiswa dokter spesialis, asuransi kesehatan, dan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dilakukan.
Dalam sektor perumahan, Pemprov Jateng menangani 26.356 unit rumah, serta melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang total 135 km dan pemeliharaan rutin sepanjang 2.307,26 km, termasuk pembangunan dan perawatan jembatan serta saluran pengairan.
Ahmad Luthfi menekankan pentingnya gotong royong dan kolaborasi dalam pembangunan Jawa Tengah. “Membangun Jawa Tengah harus super team, bersama-sama. Tidak boleh egosektoral atau menang-menangan. Nyawanya Jawa Tengah adalah kebersamaan dan gotong royong, nilai yang telah ditularkan oleh para pendahulu kita,” pungkas Luthfi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar