Brebes (buseronline.com) - Sebanyak 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan dan tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial (bansos). Mereka kini siap hidup mandiri, ditandai dengan acara Graduasi Sukses Brebes Beres di Gedung Serbaguna Islamic Center Kabupaten Brebes, Kamis.
Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan sejumlah pejabat terkait.
Wamensos Agus Jabo Priono menjelaskan, graduasi merupakan program Kemensos untuk mewisuda warga penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang kondisi sosial ekonominya sudah meningkat.
“Sebelumnya, Kemensos melakukan graduasi di Malang dan UGM Yogyakarta. Tapi di Brebes ini peserta graduasinya terbanyak se-Indonesia. Kami sampaikan hormat pada Pak Gubernur, Bupati, dan pendamping PKH,” ujarnya.
Agus menambahkan, sebagian warga telah menerima bansos hingga lima tahun. Mereka merasa tidak nyaman terus-menerus berstatus miskin dan termotivasi mengembangkan usaha mandiri. Kini, mereka telah “lulus” dari kemiskinan dan mengikuti proses graduasi.
Menurut Wamensos, capaian graduasi kemiskinan tertinggi di Indonesia ini berkat sinergi antara Kemensos dan Pemprov Jateng. Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya telah menginisiasi kerja sama dengan Kemensos guna menurunkan angka kemiskinan.
“Pengentasan kemiskinan menjadi prioritas pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan, kemiskinan ekstrem di Indonesia nol persen pada 2026, dan jumlah keseluruhan warga miskin di bawah lima persen pada 2029,” jelas Agus.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan, terentaskannya 2.000 KPM dari bansos menjadi bukti semua elemen bekerja sama, mulai pemerintah, swasta, hingga masyarakat. “Masyarakat menjadi kunci karena memiliki tekad untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Data BPS menunjukkan, persentase penduduk miskin di Jateng pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen, turun dari 9,58 persen pada September 2024. Luthfi menegaskan, pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Warga miskin perlu memiliki pekerjaan melalui peningkatan keterampilan, tempat tinggal diperbaiki jika tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan anak-anak dijamin akses pendidikannya.
Salah satu warga graduasi, Setia Puji, mengaku menerima bantuan sosial sejak 2020 hingga 2025. Setelah sempat tidak memiliki penghasilan, dia bertekad berjualan bakso keliling. “Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Tapi motivasi saya adalah bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih mampu,” ujarnya.
Dengan program ini, diharapkan lebih banyak keluarga di Brebes dapat keluar dari jerat kemiskinan dan hidup mandiri, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar